RADARCIREBON.TV- Pertandingan yang sudah lama dinantikan publik sepak bola Indonesia akhirnya tiba.
Persib Bandung dan Persija Jakarta akan kembali bentrok dalam laga klasik yang bukan sekadar soal rivalitas derby biasa, melainkan ajang adu gengsi dari dua tim dengan skuad paling bernilai tinggi di ajang BRI Super League 2025/26, kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional. Laga ini naik menjadi sorotan tidak hanya karena sejarah rivalitasnya, tetapi juga karena perebutan status klub termahal dan paling dominan di kompetisi musim ini.
Pada pekan ke-17 Super League, Persib menjamu Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, 11 Januari 2026. Duel klasik ini diprediksi menjadi titik balik penting dalam perburuan gelar juara musim ini karena kedua tim berada di papan atas klasemen dan hanya terpaut sedikit poin dari pemuncak kompetisi.
Baca Juga:Arema FC Berburu Striker Tajam Demi Menyelamatkan Ambisi di Putaran Kedua BRI Super LeaguePersik Kediri Siap Bangkit dan Guncang Singo Edan: Ambisi Besar Menjelang Duel Super League Kontra Arema FC
Skuad Mahal, Investasi Besar: Persib di Puncak Nilai Pasar Klub
Musim ini, Persib Bandung benar-benar membuat gebrakan besar di bursa transfer dan memperkuat skuadnya dengan nama-nama berkualitas. Hasilnya, tim yang diasuh oleh pelatih Bojan Hodak kini resmi memiliki skuad tertinggi nilai pasarnya di BRI Super League 2025/26 dengan total mencapai sekitar Rp128 miliar, melampaui rival beratnya, Persija Jakarta, serta unggul dari tim-tim papan atas lain seperti Dewa United dan PSM Makassar.
Persib berhasil menggaet beberapa komponen vital yang membuat nilai pasar meningkat drastis, antara lain Federico Barba, bek berpengalaman yang berkarier di Italia, serta dua pemain milik Timnas Indonesia, Thom Haye dan Eliano Reijnders, yang sebelumnya bermain di level kompetitif Eropa. Pemain lokal seperti Marc Klok juga menyumbang nilai pasar signifikan bagi tim.
Nilai skuad yang tinggi ini memberi gambaran kuat tentang ambisi Persib untuk tidak hanya bersaing di kompetisi domestik tetapi juga semakin serius di pentas internasional, termasuk kompetisi antarklub Asia seperti AFC Champions League 2.
Persija Jakarta: Tim Besar dengan Tradisi dan Kreativitas Gol
Di sisi lain, Persija Jakarta tetap menjadi kekuatan besar yang sulit diabaikan. Meski sempat turun dari posisi teratas dalam hal nilai pasar klub, Macan Kemayoran tetap bersaing ketat di klasemen BRI Super League. Mereka dikenal memiliki lini serang paling produktif di liga, mencatatkan gol terbanyak menjelang laga ini. Statistik ini menunjukkan bahwa Persija mampu mengubah peluang menjadi gol lebih efektif daripada rival-rival lain dalam kompetisi musim ini.
