RADARCIREBON.TV- Nilai pasar Jay Noah Idzes, bek tengah sekaligus kapten Timnas Indonesia, tengah menjadi salah satu topik paling hangat di jagat sepak bola nasional dan internasional menjelang awal 2026.
Dalam pembaruan terbaru yang dirilis oleh situs statistik global Transfermarkt, nilai pasar pemain berusia 25 tahun itu meroket dan menembus angka 10 juta euro atau hampir setara Rp190-Rp195 miliar, sebuah prestasi luar biasa yang sekaligus menjadikannya pemain Indonesia dan Asia Tenggara paling berharga saat ini.
Fenomena ini otomatis mengundang perhatian publik, media olahraga, dan suporter. Namun yang tak kalah menarik adalah bagaimana Jay Idzes sendiri merespons “label harga fantastis” yang disematkan padanya, ujung tombak pertahanan yang tampil stabil di Serie A Italia bersama Sassuolo serta menjadi figur kunci di lini belakang Garuda.
Baca Juga:Ze Valente Cetak 100 Penampilan Epik di BRI Super League dan Jadi Ikon Konsistensi Sepak Bola IndonesiaDuel El Clasico Persib vs Persija Jadi Adu Gengsi Dua Raksasa dengan Skuad Termahal di BRI Super League
Dari Transfermarkt ke Bursa Transfer: Nilai Pasar yang Membumbung
Jay Idzes memulai karier profesionalnya di Belanda, kemudian merantau ke Italia dan kini menjadi bek tengah reguler untuk klub US Sassuolo di liga top Italia. Di awal musim 2025/2026, Transfermarkt mencatat nilai pasar Idzes berada di angka sekitar €7,5 juta (sekitar Rp140-Rp150 miliar). Namun pada laporan terkini akhir Desember 2025 dan tetap dipakai sebagai acuan awal 2026, nilainya melesat ke €10 juta, setara hampir Rp190-Rp197 miliar tergantung kurs uang saat itu. Ini menempatkan Jay tidak hanya sebagai pemain termahal di skuad Timnas Indonesia, tetapi juga sebagai pemain Asia Tenggara dengan nilai pasar tertinggi.
Kenaikan ini bukan sekadar angka kosong. Beberapa faktor fundamental yang mendorong lonjakan nilai pasar Jay Idzes antara lain:
- Performa konsisten di Serie A Italia bersama Sassuolo, di mana Idzes menjadi starter reguler dan memantapkan reputasinya sebagai bek yang disiplin dan kokoh.
- Kontribusi di Timnas Indonesia, termasuk sepanjang kualifikasi Piala Dunia dan sejumlah laga penting lainnya, yang semakin memperkenalkan namanya di kancah internasional.
- Usia yang masih produktif (25 tahun) dan potensi perkembangan karier ke jenjang lebih tinggi lagi sebagai bek bertipe modern.
