Dalam laga yang menandai penampilan ke-100 tersebut, suporter di Stadion Sultan Agung memberikan apresiasi hangat, menunjukkan betapa mereka menganggap Valente sebagai bagian dari keluarga besar PSIM. Momen tersebut menjadi bukti kuat bahwa pemain asing bukan saja sebagai pelapis atau pengisi kuota, tetapi juga sebagai bagian integral dari budaya sepak bola klub dan kota Yogyakarta.
•Target ke Depan: Pertahankan Konsistensi dan Bantu PSIM Bertahan di Super League
Meski telah mencapai tonggak penting, fokus utama Valente dan PSIM kini adalah mempertahankan performa tim di kompetisi Super League. PSIM sendiri berada di tengah persaingan ketat untuk menjaga posisi agar tak terjebak di zona degradasi, mengingat ini adalah musim pertama mereka kembali di kasta tertinggi setelah promosi.
Baca Juga:GBLA Dipastikan Full Biru! 26 Ribu Tiket Persib vs Persija Ludes Terjual, Manajemen Jamin Keamanan TotalBojan Hodak Tutup Mulut Jelang El Clasico Indonesia: Tegas Tolak Bahas Duel Panas Persib vs Persija
Valente menyatakan bahwa target pribadinya adalah terus membantu tim meraih hasil positif, sekaligus memberikan contoh kepemimpinan bagi rekan-rekan setimnya. Ia menegaskan bahwa angka 100 bukanlah akhir, tetapi awal dari babak baru yang lebih menantang di kompetisi tanah air.
Kesimpulan
•Jejak Legenda di Sepak Bola Indonesia
Pencapaian 100 penampilan Ze Valente di BRI Super League merupakan kisah tentang kerja keras, adaptasi, dan dedikasi. Tidak mudah mencapai prestasi tersebut di liga yang kompetitif dan penuh tekanan seperti Indonesia. Namun Valente berhasil menunjukkan bahwa kualitas profesional dan mental kuat bisa membuat pemain asing tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi legenda kecil di sejarah klubnya.
Di mata suporter, klub, dan pengamat sepak bola lokal, Valente kini bukan sekadar gelandang PSIM Yogyakarta, ia adalah simbol konsistensi dan inspirasi bahwa pemain yang mencintai sepak bola bisa meninggalkan jejak abadi di mana pun mereka bermain.
