Di sektor ganda, angkanya bahkan lebih menggiurkan. Juara ganda putra, putri, maupun campuran menerima 107.300 dolar AS atau sekitar Rp 1,8 miliar per pasangan. Jumlah tersebut dibagi dua, namun tetap tergolong fantastis, apalagi jika dibandingkan dengan turnamen level di bawahnya.
Jika dibandingkan dengan Indonesia Open, Malaysia Open praktis kembar identik. Keduanya sama-sama Super 1.000 dengan total hadiah 1,45 juta dolar AS. Nilai tersebut juga sejajar dengan All England, turnamen tertua dan paling ikonik dalam sejarah bulu tangkis.
Hanya China Open yang berdiri di level berbeda. Turnamen Super 1.000 di Negeri Tirai Bambu itu menawarkan total hadiah 2 juta dolar AS. Dampaknya signifikan: pada 2025, juara tunggal China Open membawa pulang 140.000 dolar AS atau sekitar Rp 2,3 miliar, angka yang membuat gelar juara terasa seperti jackpot.
Baca Juga:Jadwal Malaysia Open 2026 Wakil Indonesia Perempat Final, Berikut Jadwal Pertandingan Selengkapnya!Jadwal Pertandingan Perempat Final Badminton Malaysia Open 2025 Live Hari Ini 9 Januari
Dengan uang sebesar itu, Malaysia Open 2026 tak sekadar soal menguji kesiapan teknik dan fisik. Ia adalah panggung perebutan prestise, poin krusial, dan pundi-pundi awal musim. Di awal tahun, ketika banyak pemain masih mencari ritme, satu kemenangan di Kuala Lumpur bisa berarti dua hal sekaligus: pernyataan kekuatan dan rekening yang langsung menebal.
