RADARCIREBON.TV — Harapan Indonesia di sektor ganda putra Malaysia Open 2026 belum padam, meski Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri harus menelan pil pahit di set pertama. Menghadapi unggulan tuan rumah, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, pasangan Merah Putih kalah tipis dengan skor 20-21 dalam laga yang berlangsung panas dan menegangkan.
Sejak shuttlecock pertama dipukul, pertandingan langsung berjalan dalam intensitas tinggi. Tidak ada fase membaca permainan. Kedua pasangan saling menekan, saling membalas serangan cepat, dan memamerkan permainan kelas dunia. Drive keras, permainan depan net yang rapat, hingga adu refleks di area tengah lapangan membuat penonton di Axiata Arena nyaris tak sempat bernapas.
Fajar dan Fikri tampil tanpa gentar. Meski bermain di hadapan ribuan pendukung lawan, mereka berani mengimbangi tempo cepat yang dipaksakan Aaron/Wooi Yik. Beberapa kali Fajar sukses mematahkan serangan lewat penempatan bola cerdas, sementara Fikri tampil solid di belakang dengan smes-smes tajam yang memaksa lawan bertahan ekstra keras.
Baca Juga:Cuma Sampai Semi Final di Malaysia Open 2026, Jonathan Christie Kalah Telak Lawan KunlavutSemifinal Malaysia Open 2026, Jonatan Christie dan Fajar – Fikri Bertaruh Harga Diri, Harus Menang!!
Kejar-kejaran angka pun tak terhindarkan. Sepanjang set pertama, jarak poin nyaris tak pernah lebih dari satu angka. Saat interval, skor masih berimbang. Setiap reli terasa krusial, setiap kesalahan kecil langsung dibayar mahal. Atmosfer pertandingan semakin memanas, seolah satu poin bisa menjadi penentu arah laga.
Memasuki poin-poin akhir, Fajar–Fikri sempat membuka peluang menutup set pertama. Namun pengalaman dan ketenangan pasangan Malaysia berbicara di momen krusial. Aaron/Wooi Yik mampu memanfaatkan celah kecil di pertahanan Indonesia, mengunci set pertama dengan skor tipis 21-20.
Kekalahan di set pembuka jelas menyakitkan. Namun, dari cara bermain yang ditunjukkan, Fajar dan Fikri belum kehilangan kendali. Justru sebaliknya, mereka menunjukkan bahwa laga ini jauh dari kata selesai.
Di bangku cadangan, keduanya terlihat saling menyemangati. Tidak ada raut putus asa, yang ada hanya fokus dan tekad untuk bangkit. Statistik set pertama memperlihatkan betapa seimbangnya duel ini, bukti bahwa Indonesia masih sangat berpeluang membalikkan keadaan.
Set kedua menjadi momen kebangkitan. Fajar–Fikri adalah tumpuan terakhir Indonesia di Malaysia Open 2026. Beban memang ada, tetapi justru dari tekanan itulah sering lahir performa terbaik. Mereka sudah berkali-kali membuktikan mampu bangkit dari situasi sulit.
