Munculnya varian baru influenza kembali menjadi perhatian publik setelah Kementerian Kesehatan melaporkan puluhan kasus influenza H3N2 subclade K di Indonesia. Berdasarkan karakter tersebut, IDI Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik berlebihan.
Munculnya varian baru influenza kembali menjadi perhatian publik setelah Kementerian Kesehatan melaporkan puluhan kasus influenza H3N2 subclade K di Indonesia.
Di tengah kekhawatiran masyarakat, Ketua IDI Jawa Barat, Lutfhi, menekankan pentingnya meluruskan istilah “super flu” yang ramai digunakan. Menurutnya, istilah tersebut bukanlah terminologi medis resmi dalam dunia kedokteran. Kondisi tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai Influenza Like Illness (ILI), yakni kumpulan gejala flu yang dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus.
Baca Juga:PT. KCSM Buka Lahan Sawit Di 3 Daerah Selain Cirebon – VideoTPS 3R Desa Sindangjawa Terkendala Suplai Sampah Berlebih – Video
Berdasarkan karakter tersebut, IDI Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik berlebihan.
Dari sisi tingkat keparahan, influenza varian ini dinilai tidak jauh berbeda dengan flu pada umumnya. Perbedaannya terletak pada kemampuan penularan yang cenderung lebih cepat. Pada dasarnya masih virus flu biasa, tidak perlu disikapi seperti pandemi Covid-19 karena jenisnya sangat berbeda.
Ketua IDI Jawa Barat mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala flu yang berat atau berkepanjangan.