Desa Gebang adakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa dalam rangka penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa tahun 2026. Penurunan anggaran yang terjadi secara drastis ini dikhawatirkan bakal melumpuhkan berbagai program pemberdayaan dan infrastruktur yang telah direncanakan matang oleh pemerintah desa.
Desa Gebang adakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa, Jumat pagi. Dalam rangka penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa tahun 2026, di Gedung Desa Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.
Dalam Musrenbang memaparkan kebijakan efisiensi besar-besaran yang dilakukan pemerintah pusat terhadap alokasi Dana Desa yang memicu gejolak di tingkat akar rumput. Penurunan anggaran yang terjadi secara drastis ini dikhawatirkan bakal melumpuhkan berbagai program pemberdayaan dan infrastruktur yang telah direncanakan matang oleh pemerintah desa.
Baca Juga:PT. KCSM Buka Lahan Sawit Di 3 Daerah Selain Cirebon – VideoTPS 3R Desa Sindangjawa Terkendala Suplai Sampah Berlebih – Video
Salah satu wilayah yang mulai merasakan dampak nyata dari kebijakan ini adalah Desa Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Perubahan alokasi dana yang signifikan memicu kekhawatiran serius akan terjadinya stagnansi program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Seperti pengelolaan sampah, salah satu sektor yang paling terdampak dan menjadi sorotan utama program pengelolaan sampah Desa Gebang yang selama ini telah berhasil membangun sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah yang teratur. Namun, dengan terpangkas anggaran, keberlanjutan program ini kini di ujung tanduk.
Rusdi menekankan bahwa penurunan anggaran ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan lingkungan. Karena sebelumnya pemerintah desa telah berhasil mengedukasi masyarakat untuk mengumpulkan sampah secara terorganisir.
Diharapkan dengan adanya penurunan anggaran ini, masyarakat Desa Gebang dapat memahami kondisi objektif terkait perubahan kebijakan anggaran dari pusat. Pemdes tetap berkomitmen menjalankan aturan pemerintah sembari tetap mengupayakan solusi kreatif di lapangan.