Upaya penanganan banjir melalui perbaikan tanggul sungai mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Pemerintah Desa Kalibaru bersama kelompok tani mengapresiasi langkah cepat Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk–Cisanggarung dalam menanggulangi dampak banjir yang terjadi akhir Desember lalu.
Banjir yang terjadi pada 25 Desember 2025 lalu, akibat limpasan air setinggi seratus dua puluh sentimeter dari Bendung Cipager ke wilayah Desa Kalibaru, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.
Dampak dari kejadian tersebut, sekitar dua puluh hektare lahan persawahan terendam banjir. Lima hektare di antaranya bahkan terancam gagal panen apabila tidak segera ditanggulangi.
Baca Juga:Dewan dan Warga Apresiasi Perbaikan Jalan Perumahan Sekar Kemuning Asri – VideoAtap SDN Andir 2 di Majalengka Ambruk – Video
Kasi Kesejahteraan Masyarakat Desa Kalibaru, Andri Singamora, menyebut banjir kali ini masih lebih ringan dibandingkan kejadian pada Januari tahun lalu, yang sempat melumpuhkan aktivitas warga.
Sementara itu, pihak Balai Besar Wilayah Sungai, BBWS Cimanuk–Cisanggarung menyatakan telah mengerahkan sejumlah alat berat untuk membantu perbaikan tanggul yang dilakukan bersama petani.
Selain alat berat, BBWS juga menyiapkan geobag dan dolken sebagai material pendukung kerangka tanggul Sungai Cipager.
Di sisi lain, Kuwu Desa Kalibaru menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak BBWS yang dinilai cepat merespons proposal pemerintah desa dengan tindakan nyata di lapangan.
Pemerintah desa dan warga berharap perbaikan tanggul sungai Cipager dapat meminimalisir risiko banjir susulan. Selain itu, sinergi antara desa, petani, dan BBWS diharapkan terus berlanjut demi menjaga keselamatan warga dan ketahanan pangan.