Memasuki tahun 2026, banyak dari kita yang mulai menyusun kembali strategi finansial agar dompet tetap tebal. Pertanyaan klasik yang selalu muncul di benak para investor, baik pemula maupun kawakan, adalah mengenai instrumen mana yang paling menjanjikan. Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, seringkali kita terjebak dalam dilema: harus pilih emas atau saham mana yang lebih cuan tahun 2026 ini?
Kedua aset ini memiliki karakteristik yang sangat bertolak belakang, namun keduanya sama-sama memiliki daya tarik yang kuat untuk mendulang keuntungan. Mari kita bedah satu per satu berdasarkan pandangan para ahli keuangan untuk melihat mana yang paling cocok dengan target profit Anda tahun ini.
Emas: Si Penyelamat di Kala Ketidakpastian
Emas sejak dulu dikenal sebagai safe haven atau aset pelindung nilai. Keunggulan utamanya terletak pada stabilitasnya. Ketika kondisi geopolitik dunia sedang memanas atau ekonomi global menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan, harga emas biasanya justru merangkak naik. Ini terjadi karena banyak investor yang “melarikan” modalnya ke emas untuk menghindari risiko kerugian besar di instrumen lain.
Baca Juga:Harga Emas Kian Mahal? Ini Strategi Jitu Investasi Perak 2026 untuk Pemula Agar Untung!Review: Bandung Dingin, Persib Juara Paruh Musim Lagi Usai Tekuk Persija
Namun, Anda perlu ingat bahwa emas tidak memberikan penghasilan pasif seperti dividen. Keuntungan yang Anda dapatkan murni berasal dari selisih harga saat membeli dan menjual (capital gain). Oleh karena itu, emas sangat direkomendasikan bagi mereka yang memiliki profil risiko konservatif atau bagi Anda yang ingin mengamankan dana dalam jangka panjang tanpa harus pusing memantau grafik setiap hari.
Saham: Potensi Profit Melimpah bagi yang Berani
Berbeda dengan emas, saham menawarkan potensi keuntungan atau imbal hasil yang jauh lebih tinggi. Melalui saham, Anda tidak hanya berharap pada kenaikan harga aset, tetapi juga berpeluang mendapatkan dividen secara berkala dari perusahaan yang kinerjanya sehat. Kelebihan lainnya adalah fleksibilitas; Anda bisa mendiversifikasi modal ke berbagai sektor industri yang berbeda untuk meminimalkan risiko.
Tetapi, perlu digarisbawahi bahwa high return selalu dibarengi dengan high risk. Fluktuasi harga saham sangat tajam dan bisa berubah dalam hitungan menit. Perencana keuangan menyarankan agar instrumen ini hanya diambil oleh mereka yang memiliki profil risiko agresif dan memiliki pemahaman mendalam tentang fundamental perusahaan serta analisis pasar.
