Real Madrid Kalah di El Clásico, Skor 3-2 Antar Barcelona Juara Piala Super Spanyol, Garcia Cetak Gol Lagi

Barcelona
Barcelona juara Piala Super Spanyol Foto : fcbarcelona
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Barcelona kembali melakukan apa yang paling dibenci Real Madrid: menang di El Clasico dan mengangkat trofi. Blaugrana sukses meraih dua gelar Piala Super Spanyol secara beruntun usai menaklukkan rival abadi mereka dengan skor tipis 3-2, Minggu, 12 Januari 2026, pukul 02.00 WIB, di King Abdullah Sports City Stadium. Gol penentu kemenangan dicetak Raphinha pada menit ke-73, memastikan malam kembali milik Catalunya.

Kemenangan ini menegaskan dominasi Barcelona di ajang Piala Super Spanyol. Gelar ke-16 berhasil mereka koleksi terbanyak di Spanyol, sementara Real Madrid masih tertahan di angka 13. Statistik ini terasa pahit bagi Madrid, apalagi kekalahan datang dari lawan yang sama, di panggung yang sama, dengan luka yang berulang.

Pertandingan berjalan keras dan intens sejak awal. Barcelona membuka keunggulan pada menit ke-36 melalui sepakan keras Raphinha yang menghujam sudut bawah gawang Madrid. Gol itu menjadi bukti bahwa Barca datang bukan untuk sekadar tampil, tapi untuk menguasai.

Baca Juga:Jadwal Pertandingan Final Supercoppa 2026: Barcelona vs Real Madrid Malam Ini, 12 Januari 2026!Update Supercopa de Espana Terbaru: 5 Faktor yang Bikin Madrid Unggul atas Barcelona

Namun Madrid tak mati begitu saja. Drama muncul di masa tambahan waktu babak pertama. Vinicius Jr menyamakan kedudukan dua menit memasuki injury time lewat aksi individu khasnya melewati Jules Kounde sebelum melepaskan tembakan ke sudut jauh. Gol itu menjaga napas Madrid tetap hidup, meski hanya sementara.

Memasuki babak kedua, Barcelona kembali memimpin. Robert Lewandowski mencetak gol pada menit ke-49 lewat tembakan yang sempat membentur tiang gawang. Gol yang terasa seperti pukulan telak bagi Madrid, sekali lagi Barca unggul saat laga baru saja dimulai ulang.

Namun hanya tiga menit berselang, muncul satu nama yang menolak Real Madrid tenggelam sepenuhnya: Gonzalo Garcia. Berawal dari situasi kemelut, sundulan Dean Huijsen yang membentur mistar menciptakan kekacauan di kotak penalti. Garcia, pemain muda yang nyaris selalu siap saat dibutuhkan, memanfaatkan peluang dan mencetak gol penyeimbang.

Di tengah kekalahan Madrid, Gonzalo Garcia justru kembali menegaskan satu hal penting: ia hampir selalu mencetak gol ketika diberi kesempatan. Tanpa sorotan berlebihan, tanpa status bintang, ia terus hadir di momen krusial. Sebuah ironi di tim yang dipenuhi nama besar, tapi sering diselamatkan oleh pemain muda.

0 Komentar