Investasi Perak untuk Pemula: Panduan Langkah demi Langkah Memulai

Investasi Perak
Perak menjadi pilihan investasi terjangkau bagi pemula dengan berbagai bentuk pilihan, mulai dari fisik hingga elektronik, namun perlu dipahami risiko dan langkah memulainya dengan benar. Foto: Ilustrasi AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Perak merupakan salah satu instrumen investasi yang cukup populer di Indonesia, terutama bagi pemula yang ingin menyebarkan portofolio di luar saham dan deposito. Sebagai logam mulia kedua setelah emas, perak memiliki karakteristik unik yang membuatnya menarik untuk dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang atau perlindungan nilai aset.

Mengapa Memilih Perak sebagai Investasi Awal?

Perak memiliki beberapa keunggulan yang cocok untuk pemula. Pertama, nilai beli perak jauh lebih terjangkau dibandingkan emas, sehingga dapat diakses oleh mereka dengan modal terbatas. Misalnya, dengan modal beberapa ratus ribu rupiah saja, sudah bisa membeli beberapa gram perak dalam bentuk batangan atau koin. Kedua, perak memiliki peran ganda sebagai logam mulia dan bahan baku industri – digunakan dalam pembuatan elektronik, baterai kendaraan listrik, dan peralatan medis – yang membuat permintaannya cenderung stabil bahkan di masa ekonomi tidak menentu. Ketiga, perak sering dianggap sebagai “perlindungan terhadap inflasi”, karena nilainya cenderung meningkat ketika nilai mata uang melemah.

Jenis-jenis Investasi Perak yang Cocok untuk Pemula

Ada beberapa bentuk investasi perak yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pemula:

Baca Juga:Shio Kuda di Tahun Kuda Api 2026: Tahun Puncak untuk Mengukir PrestasiShio Monyet di Tahun Kuda Api 2026: Tahun Transformasi dengan Peluang Besar

• Perak Fisik: Berupa batangan (bar), koin koleksi, atau perhiasan yang memiliki kadar kemurnian tinggi (biasanya 99,9%). Ini adalah pilihan paling mudah dipahami, karena investor memiliki aset yang bisa dilihat dan disimpan secara langsung. Namun, perlu diperhatikan biaya penyimpanan dan asuransi untuk menghindari risiko kehilangan atau kerusakan.

• Perak Elektronik: Dapat dibeli melalui platform perdagangan atau aplikasi yang bekerja sama dengan lembaga keuangan terpercaya. Investor tidak perlu menangani aset fisik, karena perak disimpan secara aman di gudang pihak ketiga. Biaya transaksi dan penyimpanan biasanya lebih rendah dibandingkan perak fisik.

• Saham atau Reksa Dana yang Terkait Perak: Bagi yang tidak ingin berinvestasi langsung pada logam itu sendiri, bisa memilih saham perusahaan pertambangan perak atau reksa dana yang fokus pada sektor logam mulia. Namun, jenis ini memiliki risiko tambahan terkait kinerja perusahaan atau manajemen reksa dana.

0 Komentar