RADARCIREBON.TV – Keputusan itu jatuh seperti petir di siang bolong. Thom Haye dan Shayne Pattynama, dua nama yang selama ini identik dengan kualitas, disiplin, dan determinasi, mendadak hilang dari daftar skuad Garuda untuk FIFA Series 2026. Bukan karena cedera. Bukan pula karena performa menurun. Mereka dicoret karena hukuman. Dan itulah yang membuat publik terdiam bahkan sulit percaya.
Pelatih Timnas Indonesia, Jhon Herdman, tak punya ruang tawar. Ia hanya membaca daftar, lalu mencoret. Thom Haye dan Shayne Pattynama harus absen. Bukan satu laga, bukan dua. Empat pertandingan penuh. Hukuman yang bukan hanya berat, tapi juga memalukan, karena datang dari FIFA otoritas tertinggi sepak bola dunia.
Sanksi itu merujuk pada insiden panas usai laga melawan Irak pada match kedua Grup B ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, November 2025 lalu. Seusai peluit panjang berbunyi, emosi meledak. Thom dan Shayne melayangkan protes keras kepada wasit. Bukan sekadar keluhan verbal biasa, tapi tindakan yang dinilai FIFA sebagai tidak sportif.
Baca Juga:Pernyataan Manajemen Persib Usai Thom Haye Dapat Ancaman Pembunuhan Setelah Kalahkan PersijaTom Haye Mengaku Keluarganya Diancam Setelah Persib Kalahkan Persija
Dalam keterangan resminya, FIFA menyebut kedua pemain melanggar Pasal 14 dan Pasal 14.1.j Kode Disiplin FIFA. Konsekuensinya jelas dan tanpa kompromi: denda 5.000 CHF atau sekitar Rp103 juta per pemain, serta larangan tampil dalam empat pertandingan internasional. Final. Mengikat. Tak bisa ditawar.
Yang membuat situasi semakin getir, hukuman itu datang bukan pada fase santai, melainkan tepat saat Timnas Indonesia membutuhkan kedalaman skuad dan stabilitas. Thom Haye adalah otak lini tengah. Shayne Pattynama adalah tenaga dan disiplin di sisi lapangan. Kehilangan keduanya bukan sekadar absensi, melainkan amputasi taktis.
Ironisnya, ini bukan satu-satunya tamparan dari FIFA. PSSI juga ikut terseret. Federasi sepak bola Indonesia dijatuhi denda 50.000 CHF, setara lebih dari Rp1 miliar. Penyebabnya: ulah oknum suporter yang melemparkan botol ke pinggir lapangan saat laga melawan Irak. Sebuah tindakan kecil yang berujung hukuman besar, dan sekali lagi, mencoreng perjuangan di lapangan.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, tak mencoba membungkus kenyataan dengan bahasa manis. Ia mengakui, PSSI tidak mengajukan banding. Tidak ada ruang negosiasi, tidak ada celah hukum. Hukuman FIFA bersifat final.
