Rekor pertemuan juga condong ke Maroko. Dalam beberapa duel terakhir, Maroko mencatat tiga kemenangan atas Senegal, statistik yang membuat mereka berada “di atas angin”. Tapi final bukan soal angka masa lalu. Final adalah soal siapa yang paling siap hari itu.
Senegal datang bukan sebagai penggembira. Mereka adalah juara, pejuang, dan tim dengan karakter keras. Sadio Mané tetap menjadi roh permainan, pemimpin di lapangan yang mampu mengubah arah laga dalam satu momen. Ia didukung oleh Nicolas Jackson, penyerang eksplosif yang kini bermain di Bayern München, serta Mbaye yang memperkuat PSG, membawa kombinasi kekuatan fisik, kecepatan, dan pengalaman elite.
Senegal tahu betul bagaimana rasanya bermain di bawah tekanan. Mereka telah melewati badai, menyingkirkan Mesir, dan membuktikan bahwa organisasi, disiplin, dan kesabaran bisa menumbangkan tim bertabur bintang. Di final, mereka akan melawan sekuat tenaga, tanpa rasa gentar, meski ribuan pasang mata di stadion berpihak pada Maroko.
Baca Juga:Siaran Langsung Pertandingan Semifinal Piala Afrika AFCON 2026: Tayang di TV Mana? Cek Jadwal Lengkapnya!Jadwal Pertandingan Perempat Final Piala Afrika AFCON 2025: Daftar Tim dan Waktu Kick-off
Laga ini bukan sekadar final. Ini adalah pencarian yang terbaik: antara tuan rumah yang haus kejayaan dan tim penantang yang menolak tunduk. Ini adalah duel taktik, mental, dan keberanian.
Pada 19 Januari 2026, Rabat tak hanya akan menyaksikan pertandingan sepak bola. Dunia akan melihat siapa yang paling layak menyandang mahkota Afrika. Maroko atau Senegal hanya satu yang akan keluar sebagai pemenang, dan sisanya akan menjadi cerita perang yang dikenang lama.
