Terbongkar!! Ini alasan Real Madrid Pecat Xabi Alonso

Xabi Alonso
Posisi genting Xabi Alonso di Real Madrid. Foto: Instagram Xabi Alonso / tangkapan layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Tabir pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid akhirnya terbuka. Keputusan klub raksasa Spanyol itu memutus kerja sama dengan Alonso pada Januari 2026 ternyata bukan semata karena hasil di lapangan, melainkan akumulasi persoalan teknis, relasi internal, hingga perbedaan pandangan tajam soal arah pembangunan tim.

Xabi Alonso sejatinya baru menandatangani kontrak berdurasi dua tahun pada musim panas lalu. Namun usia kepelatihannya di Santiago Bernabéu hanya bertahan setengah musim. Kekalahan dari Barcelona di partai Final Piala Super Spanyol menjadi titik akhir yang tak terhindarkan. Laga tersebut dianggap sebagai “palu penghakiman” bagi Alonso, meski sebelumnya Madrid sempat melaju ke final dengan menyingkirkan Atletico Madrid.

Menurut laporan harian ternama Spanyol, Marca, setidaknya ada lima alasan utama di balik pemecatan Alonso. Salah satu yang paling krusial adalah kegagalan Madrid tampil menghibur meski diperkuat deretan pemain depan kelas dunia. Permainan Madrid dinilai kaku, monoton, dan jauh dari karakter menyerang yang selama ini menjadi identitas klub.

Baca Juga:Bencana! Dalam Tiga Hari Real Madrid Kehilangan Dua Gelar, Kalah Dari Albacete Tambah Luka Semakin DalamTerungkap! Faktor di Balik Keputusan Xabi Alonso Tinggalkan Real Madrid Setelah 7 Bulan

Florentino Perez disebut tidak puas dengan performa tim, bahkan saat Madrid menang atas Atletico di semifinal Piala Super. Bagi Perez, kemenangan saja tidak cukup. Real Madrid harus menang dengan gaya, dominasi, dan aura superioritas. Hal yang, menurutnya, gagal dihadirkan Alonso.

Namun, masalah Alonso tidak berhenti di soal permainan. Hubungannya dengan sejumlah pemain bintang juga dikabarkan memburuk. Beberapa pemain merasa kurang cocok dengan pendekatan Alonso, sementara sang pelatih kesulitan menanamkan ide permainan secara konsisten di ruang ganti yang penuh ego dan pengalaman besar.

Ironisnya, Perez justru disebut sebagai salah satu penyebab utama ketidaknyamanan Alonso. Konflik terbesar terjadi di bursa transfer. Alonso berkali-kali meminta manajemen mendatangkan gelandang bertahan murni untuk menyeimbangkan tim. Nama Martin Zubimendi dari Real Sociedad menjadi target utama, dengan klausul rilis mencapai 60 juta euro.

Permintaan itu tak pernah terwujud. Perez menilai harga Zubimendi terlalu mahal dan tidak sepadan. Akibatnya, Madrid kalah cepat dari Arsenal yang berani menebus klausul sang pemain. Keputusan tersebut membuat Alonso frustrasi, karena lubang di sektor gelandang bertahan tak pernah tertutup.

0 Komentar