RADARCIREBON.TV – Dunia balap motor Indonesia kembali mendapat sorotan jelang bergulirnya Kejuaraan Dunia Balap Motor 2026. Dua pembalap muda Tanah Air, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, dipastikan akan tampil penuh sepanjang musim bersama Honda Team Asia. Kehadiran mereka di dua kelas berbeda, Moto2 dan Moto3, menjadi simbol kebangkitan Indonesia di panggung balap motor dunia.
Mario Suryo Aji akan menjalani musim kelimanya di ajang Grand Prix. Pembalap asal Madiun ini juga memasuki tahun ketiganya di kelas Moto2 bersama Honda Team Asia. Dengan jam terbang yang semakin matang, Mario diharapkan mampu menunjukkan performa yang lebih stabil dan kompetitif. Selama masa jeda kompetisi, ia terus menjaga kebugaran dan kecepatan dengan berlatih intensif bersama para pembalap binaan Astra Honda Motor di Indonesia.
Berbeda dengan Mario yang sudah sarat pengalaman, Veda Ega Pratama justru menjadi wajah baru di level tertinggi. Pembalap asal Gunung Kidul, Yogyakarta ini akan menjalani musim debutnya secara penuh di kelas Moto3. Meski baru pertama kali berlaga di Kejuaraan Dunia, Veda datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah melewati jenjang pembinaan yang panjang dan kompetitif. Usianya yang masih sangat muda membuat banyak pihak melihatnya sebagai aset jangka panjang Indonesia di dunia balap.
Baca Juga:Jadwal Proliga 2026 Hari Ini Kamis 15 Januari: Popsivo vs Gresik, Medan Falcons Tantang Garuda JayaAlasan Pascal Struijk Belum Mau Perkuat Timnas Indonesia, Proses Naturalisasi Terancam Gagal?
Perbedaan latar belakang antara Mario dan Veda justru menjadi kekuatan tersendiri. Mario hadir sebagai sosok berpengalaman yang memahami tekanan dan ritme balapan kelas dunia, sementara Veda membawa semangat segar serta ambisi besar untuk membuktikan diri. Kombinasi ini diharapkan mampu mengangkat nama Indonesia di dua kelas berbeda secara bersamaan.
Keduanya akan memulai persiapan intensif di Barcelona, Spanyol, sebelum musim resmi dimulai di Sirkuit Buriram, Thailand, pada 1 Maret 2026. Di sana, Mario dan Veda akan beradaptasi dengan tim teknis, mekanik, serta kultur balap Eropa yang menjadi pusat perkembangan teknologi dan strategi balap dunia. Proses ini sangat penting agar mereka dapat menyatu dengan sistem kerja Honda Team Asia.
Target yang diusung pun tidak main-main. Mario berambisi meraih hasil terbaik sepanjang kariernya di Moto2 dan ingin lebih sering bersaing di barisan depan. Sementara itu, Veda menargetkan proses adaptasi cepat agar mampu bersaing kompetitif di Moto3, sekaligus membuktikan bahwa pembalap Indonesia bisa bersinar di usia muda.
