Isra Mi’raj 27 Rajab 2026: Momen Spiritual untuk Menata Hidup dengan Nilai-Nilai Agung

Amalan Isra Mi\'raj
Peringatan Isra Mi\'raj Nabi Muhammad SAW pada 27 Rajab jatuh 16 Januari 2026 menjadi momen untuk memperkuat spiritualitas melalui amalan ibadah dan merenungkan nilai-nilai agung yang terkandung di dalamnya. Foto: Ilustrasi AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Pada 16 Januari 2026, umat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 27 Rajab kalender Hijriah. Perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat lima waktu bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan momen penting untuk memperkaya ibadah, memperkuat spiritualitas, dan merenungkan hikmah kehidupan.

Makna Isra Mi’raj sebagai Landasan Spiritual

Isra Mi’raj menjadi tonggak penting dalam sirah Nabi Muhammad SAW karena pada malam itu diberikan perintah shalat yang menjadi tiang agama. Shalat bukan hanya ritual, melainkan sarana memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan menguatkan kesadaran sebagai hamba-Nya. Selain dimensi vertikal, peristiwa ini juga mengajak umat untuk memperbaiki akhlak dan mempererat hubungan sosial, karena shalat berjamaah memperkuat persaudaraan. Di Indonesia, peringatan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan beragama masyarakat Muslim.

Amalan Penting untuk Mendekatkan Diri pada Sang Pencipta

Para ulama menganjurkan sejumlah amalan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan menyambut Isra Mi’raj:

Baca Juga:Emas Bakal Sentuh Rp 2,7 Juta/Gram Pekan Depan – Geopolitik dan Kelemahan Rupiah Jadi PendorongHarga Sebagian Besar Pangan Melemah, Cabai Terpimpin Penurunan – Pemerintah Dorong Stok Beras Capai 4 Juta Ton

Pertama, menjaga kualitas salat wajib dan memperbanyak salat sunnah. Sebagai ibadah yang diperoleh dari Mi’raj, menjaga kelengkapan dan khusyuknya salat adalah bentuk penghormatan kepada amanah yang diberikan.

Kedua, membaca dan mentadabburi Al-Qur’an. Firman Allah SWT memberikan ketenangan hati dan menjadi petunjuk dalam menghadapi tantangan kehidupan, dengan banyak riwayat yang menjelaskan keutamaannya.

Ketiga, memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selawat adalah bentuk cinta kepada Rasulullah dan menjadi penghubung pahala, yang semakin bernilai pada momen Isra Mi’raj.

Keempat, berdoa dan berzikir. Banyak umat memanfaatkan malam ini untuk doa umum dan pribadi. Salah satu doa yang banyak diamalkan adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ

Tranliterasi Latin: Allāhumma innī as’aluka bi musyāhadati asrāril muḥibbīn, wa bil khalwati allatī khaṣṣaṣta bihā sayyidal mursalin, ḥīna asraita bihī lailatas sābi‘i wal ‘isyrīn, an tarḥama qalbiyal ḥazīn, wa an tujība du‘ā’ī, yā akramal akramīn.

0 Komentar