RADARCIREBON.TV – Timnas Indonesia memasuki babak baru setelah resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala. Usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026, PSSI memberikan kepercayaan penuh kepada pelatih asal Inggris tersebut untuk membangun ulang skuad Garuda, termasuk dalam menyusun jajaran staf kepelatihan. Salah satu langkah strategis yang langsung mencuri perhatian publik adalah rencana Herdman menggandeng pelatih lokal sebagai asisten di tim nasional.
PSSI tidak membatasi pilihan Herdman dalam menentukan siapa saja yang akan masuk ke staf kepelatihannya. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan total agar Herdman dapat bekerja sesuai dengan visi dan filosofi yang ia bawa. Dalam beberapa pernyataan, Herdman menegaskan bahwa ia ingin membangun Timnas Indonesia bukan hanya untuk jangka pendek, tetapi juga menciptakan fondasi kuat untuk masa depan.
Sejumlah nama pelatih lokal mulai mencuat sebagai kandidat asisten pelatih. Di antaranya adalah Bima Sakti, yang dikenal memiliki pengalaman panjang sebagai pemain dan pelatih di tim nasional, Nova Arianto yang punya latar belakang kuat di level internasional, serta Kurniawan Dwi Yulianto yang berpengalaman di berbagai level timnas dan klub. Ketiga sosok ini dinilai memiliki kapasitas untuk bekerja berdampingan dengan pelatih asing dan memahami karakter pemain Indonesia.
Baca Juga:Jadwal Proliga 2026 Hari Ini Kamis 15 Januari: Popsivo vs Gresik, Medan Falcons Tantang Garuda JayaAlasan Pascal Struijk Belum Mau Perkuat Timnas Indonesia, Proses Naturalisasi Terancam Gagal?
Rencana melibatkan pelatih lokal bukan hanya soal kebutuhan teknis di lapangan. Herdman juga menekankan pentingnya proses transfer ilmu atau knowledge transfer kepada pelatih Indonesia. Melalui kerja sama sehari-hari di tim nasional, pelatih lokal diharapkan bisa menyerap metode latihan modern, pendekatan taktik, hingga manajemen tim ala sepak bola Eropa dan Amerika Utara yang menjadi latar belakang Herdman.
Model kolaborasi ini dinilai sangat penting bagi perkembangan sepak bola nasional. Dengan adanya asisten pelatih lokal, komunikasi dengan pemain juga bisa lebih efektif karena memahami budaya, bahasa, dan karakter khas pesepak bola Indonesia. Di sisi lain, Herdman bisa lebih fokus pada konsep besar permainan dan strategi jangka panjang.
Lebih jauh, kebijakan ini membuka peluang lahirnya generasi baru pelatih Indonesia yang siap memimpin timnas di masa depan. Dengan terlibat langsung dalam tim nasional, para asisten lokal tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga belajar secara langsung dari pelatih kelas dunia. Ini merupakan investasi jangka panjang yang nilainya jauh lebih besar dari sekadar hasil di satu atau dua turnamen.
