Warga Kriyan Barat, Kelurahan Pegambiran, Kota Cirebon, melaporkan adanya dua orang berstatus kakak-adik yang tinggal dalam dalam satu rumah mengalami gangguan kesehatan mental. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, karena dua di antaranya kerap menimbulkan keresahan.
Inilah gambaran miris warga Kota Cirebon. Satu rumah tidak layak huni di wilayah RT 1 RW 17 Kriyan Barat, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon ditempati oleh satu keluarga yang sebagian besar anggotanya merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ. Rumah tersebut berdiri di atas tanah tanpa lantai, dengan dinding triplek dan anyaman bambu yang sudah rapuh.
Atap rumah tampak tambal sulam, sementara cahaya dan angin masuk dari celah-celah papan. Di dalam rumah, ruang gerak sangat terbatas, dipenuhi barang bekas dan papan kayu.
Baca Juga:Siswa SMPN 12 Terima Bantuan Perlengkapan Sekolah – VideoInspektorat Luruskan Polemik LHP BPK Disdik Kab. Cirebon – Video
Berdasarkan keterangan pihak RT dan RW setempat, dua anggota keluarga dengan kondisi paling parah adalah Sumarna dan Suhendri.
Sumarna, yang kini tidak lagi tinggal di rumah, diketahui pernah kerap berkeliaran di lingkungan sekitar. Ia sering melakukan buang air besar sembarangan, bahkan pernah di tempat ibadah.
Selain itu, Sumarna juga sering mengambil barang milik warga seperti pakaian dan sandal, sehingga menimbulkan keluhan masyarakat.
Sementara itu, Suhendri, saudara kandung Sumarna, kini lebih sering dikurung di dalam rumah oleh keluarganya. Suhendri tinggal di ruangan sempit beralaskan tanah, dengan tempat tidur tipis dan makanan seadanya.
Meski lebih sering diam, pada waktu tertentu, Suhendri kerap mengamuk dan pernah membawa senjata tajam, sehingga memicu rasa takut di kalangan warga. Sehari-hari, Suhendri dirawat oleh adiknya, Heri.
Namun, Heri tidak memiliki pekerjaan tetap dan hidup dari uluran tangan warga sekitar. Untuk kebutuhan makan saja sering kali tidak menentu, apalagi untuk biaya pengobatan atau perawatan.
Menurut pihak RW, kondisi keluarga tersebut sudah lama dilaporkan ke Dinas Sosial Kota Cirebon. Namun hingga kini, penanganan yang diharapkan belum juga terwujud.
Baca Juga:Proyek SPAL Dituding Mangkrak & Tak Sesuai Spesifikasi – VideoPT. KCSM Tuntut Ganti Rugi 15 Ribu Per Pohon Untuk Pencabutan Sawit – Video
Warga hanya mendapatkan jawaban bahwa keluarga tersebut masih masuk dalam daftar tunggu penampungan.
Hingga saat ini, warga Kriyan Barat masih menunggu kepastian dan perhatian serius dari Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Sosial.