Mengenal 12 Shio Legenda di Balik Urutan Hewan Zodiak Tionghoa yang Belum Banyak Diketahui

12 zodiak china
Dok. Freepik
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Sistem penanggalan Tionghoa atau yang akrab kita sebut dengan Shio, bukan sekadar simbol keberuntungan tahunan yang sering muncul saat perayaan Imlek. Jauh sebelum menjadi ilmu astrologi yang kompleks, terdapat sebuah kisah rakyat yang sangat populer mengenai asal-usul urutan dua belas hewan tersebut. Legenda ini dikenal dengan sebutan “The Great Race” atau Perlombaan Besar yang diinisiasi oleh Kaisar Langit untuk menentukan urutan waktu.

Kisah bermula ketika Kaisar Langit mengumumkan sebuah sayembara kepada seluruh hewan di bumi: siapa pun yang berhasil menyeberangi sungai besar dan mencapai garis finis lebih awal, akan terpilih menjadi bagian dari zodiak Tionghoa. Posisi mereka dalam kalender ditentukan sepenuhnya oleh kecepatan dan kecerdikan mereka dalam mencapai gerbang surgawi. Berikut adalah urutan keduabelas shio tersebut:

  1. Tikus: Menjadi pemenang pertama berkat kecerdikannya. Ia menumpang di atas kepala Kerbau untuk menyeberangi sungai, lalu melompat tepat sebelum garis finis.
  2. Kerbau: Hewan yang sangat rajin dan baik hati. Meskipun ia dimanfaatkan oleh Tikus, ia tetap berada di posisi kedua karena kekuatannya menembus arus air.
  3. Macan: Dengan kegigihan luar biasa, Macan berjuang melawan arus sungai yang deras. Walaupun sempat terseret, ia berhasil mencapai tepian di urutan ketiga.
  4. Kelinci: Kelinci menyeberangi sungai dengan melompat dari satu batu ke batu lainnya. Ia hampir gagal karena terpeleset, namun berhasil selamat setelah meraih kayu yang hanyut.
  5. Naga: Sebenarnya Naga bisa terbang dengan cepat, namun ia terlambat karena harus berhenti untuk menolong warga desa yang mengalami kekeringan dengan menurunkan hujan.
  6. Ular: Ular menggunakan strategi dengan melilit di kaki Kuda secara diam-diam. Saat mendekati garis finis, ia muncul tiba-tiba hingga membuat Kuda terkejut.
  7. Kuda: Akibat terperanjat oleh kemunculan Ular yang mendadak, Kuda sempat mundur karena takut, sehingga ia harus puas menempati urutan ketujuh.
  8. Kambing: Ia bekerja sama dengan Monyet dan Ayam menggunakan sebuah rakit. Berkat kekompakan mereka, Kambing berhasil menginjakkan kaki di daratan pada urutan kedelapan.
  9. Monyet: Setelah membantu mengarahkan rakit bersama rekan-rekannya, Monyet menunjukkan ketangkasannya dan berhasil mengamankan posisi kesembilan.
  10. Ayam: Sebagai penemu rakit yang digunakan bersama, Ayam menunjukkan sikap gotong royong yang tinggi dan berhak atas posisi kesepuluh.
  11. Anjing: Meskipun merupakan pelari dan perenang yang hebat, Anjing justru terlambat karena terlalu asyik bermain-main di air sungai yang segar.
  12. Babi: Hewan terakhir ini terlambat karena di tengah perjalanan ia merasa lapar dan memutuskan untuk makan lalu tertidur pulas sebelum akhirnya mencapai finis.
0 Komentar