RADARCIREBON.TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam periode 16 hingga 23 Januari 2026. Kondisi cuaca tidak stabil ini dipicu oleh munculnya Bibit Siklon Tropis di wilayah selatan Indonesia yang memperkuat pola konvergensi udara dan mendorong pertumbuhan awan hujan secara masif.
BMKG menyebutkan bahwa hampir seluruh wilayah Tanah Air saat ini tengah memasuki puncak musim penghujan pada bulan Januari. Dampaknya, intensitas hujan diprediksi meningkat, mulai dari kategori sedang hingga sangat lebat, yang berpotensi disertai kilat, petir, dan angin kencang dalam durasi singkat.
Dalam prospek cuaca mingguan, sejumlah daerah masuk dalam status siaga hujan sangat lebat pada periode 18 hingga 22 Januari 2026. Wilayah tersebut meliputi DKI Jakarta, Banten—termasuk Bekasi, Depok, dan Pandeglang—serta Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Selain itu, potensi hujan ekstrem juga mengintai Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Bengkulu, dan Sulawesi Selatan, khususnya wilayah Makassar.
Baca Juga:Hasil Derby Manchester: Manchester United Bungkam Man City 2-0 di Old TraffordTiket Persib Bandung vs PSBS Biak Mulai Dijual, Ini Cara Beli dan Perkiraan Harganya
Untuk kawasan Jabodetabek, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih akan berlangsung hingga setidaknya 23 Januari 2026. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius mengingat tingginya tingkat kepadatan penduduk serta potensi gangguan aktivitas masyarakat. Di luar Pulau Jawa, wilayah Aceh, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Maluku juga diperkirakan mengalami hujan signifikan dalam beberapa hari ke depan.
Seiring meningkatnya curah hujan, BMKG mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai risiko bencana hidrometeorologi. Ancaman banjir dan banjir bandang berpotensi terjadi di wilayah dataran rendah dan kawasan pesisir. Sementara itu, daerah perbukitan dan lereng pegunungan rawan mengalami tanah longsor akibat kondisi tanah yang jenuh air.
Tak hanya itu, angin kencang yang dapat muncul secara tiba-tiba saat hujan deras juga berisiko menyebabkan pohon tumbang serta gangguan infrastruktur. Di sektor kelautan, aktivitas Bibit Siklon Tropis turut memicu peningkatan tinggi gelombang di perairan selatan Indonesia, sehingga nelayan dan pelaku pelayaran diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca terkini melalui aplikasi resmi Info BMKG maupun kanal media sosial resmi BMKG guna memperoleh informasi yang akurat dan terbaru. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko dampak cuaca ekstrem diharapkan dapat diminimalkan.
