Supri bukan sekadar seorang peternak biasa. Ia adalah sosok penggerak ekonomi kecil yang berani mengambil langkah berani untuk membangun usaha dari nol di Desa Sindangkempeng, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon.
Di halaman belakang rumah, Supri, pria berusia 39 tahun, tampak sibuk memeriksa setiap telur bebek yang baru saja dipanen, memastikan kualitasnya sebelum diproses menjadi produk unggulannya.
Supri bukan sekadar seorang peternak biasa. Ia adalah sosok penggerak ekonomi kecil yang berani mengambil langkah berani untuk membangun usaha dari nol, sekaligus memanfaatkan potensi lokal yang selama ini belum banyak digarap dari telur asin yang diproduksi secara mandiri.
Baca Juga:Gandeng Baznas, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Tunjukkan Kepedulian Renovasi Rutilahu di Desa Pegagan KidulWakil Walikota Cirebon Kunjungi Rumah Ambruk Argasunya – Video
Semua hasil karya tangan dan tekad kuatnya untuk membawa perubahan bagi desa kelahirannya.
Tak jauh dari kandang bebeknya, berdiri greenhouse sederhana dengan rangka besi. Di dalamnya, deretan sayuran hijau seperti selada, bayam, dan kubis bunga tumbuh rapi dalam pipa-pipa putih yang dirancang khusus untuk sistem hidroponik.
Dukungan dari warga desa terhadap usaha Supri tidak hanya terbatas pada pembelian produk, namun juga tercermin dari kepercayaan mereka untuk bekerja bersama. Saat ini, sebanyak 6 warga Desa Sindangkempeng bekerja di berbagai unit usaha milik Supri.