Bencana Panenka Brahim Diaz, Ubah Nasib Senegal, Maroko Menderita

Brahim Diaz
Brahim Diaz Foto : Afcon
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Apa yang terjadi di Rabat bukan sekadar pertandingan final. Ia menjelma menjadi potret paling brutal dari sepak bola Afrika: penuh emosi, keputusan kontroversial, nyaris chaos, dan satu momen kecil yang mengubah takdir sebuah bangsa.

Maroko datang ke final Piala Afrika 2026 dengan segalanya di tangan. Stadion Rabat dipenuhi warna merah. Sorak pendukung menggema sejak pemanasan. Mereka tak sekadar ingin menang, mereka ingin mengukir sejarah di rumah sendiri. Di atas kertas, Maroko unggul: agresif, solid, dan berpengalaman tampil di laga besar.

Namun Senegal datang dengan sesuatu yang tak kasat mata: ketenangan dan kesabaran.

Baca Juga:Hasil Pertandingan Final Piala Afrika AFCON 2025: Senegal Juara Usai Lawan Maroko dengan Kemenangan 1-0Hasil Final Piala Afrika 2025: Senegal Juara Setelah Taklukkan Maroko Lewat Drama Perpanjangan Waktu

Sejak menit awal, Senegal mengendalikan tempo. Mereka tak tergesa. Bola diputar dari kaki ke kaki, memancing Maroko keluar dari posisinya. Statistik mencatat Senegal unggul penguasaan bola, namun Maroko justru lebih tajam. Serangan-serangan cepat dari sayap kerap memaksa lini belakang Senegal bekerja ekstra.

Peluang emas pertama lahir dari kaki Iliman Ndiaye. Berawal dari umpan terobosan Nicolas Jackson, Ndiaye lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan Yassine Bounou. Stadion menahan napas. Tapi refleks kaki kiri Bounou menggagalkan peluang tersebut.

Maroko membalas lewat tembakan jarak jauh dan situasi bola mati. Tapi hingga turun minum, skor tetap kacamata. Tegang, keras, dan sarat emosi.

Masuk babak kedua, tempo meningkat drastis. Duel-duel makin kasar. Pelanggaran kecil dibalas dengan tekel keras. Wasit mulai menjadi pusat perhatian.

Senegal tetap sabar, sementara Maroko makin agresif. Beberapa kali kiper Senegal dipaksa berjibaku. Namun waktu terus berjalan, dan tekanan justru mulai menggerogoti tuan rumah.

Menit ke-90, Senegal hampir memecah kebuntuan lewat Ibrahim Mbaye. Tembakannya mengarah ke sudut gawang, tapi lagi-lagi Bounou tampil sebagai penyelamat.

Lalu, sepak bola memasuki wilayah tergelapnya. Injury Time: Gol Dianulir, Penalti Kontroversial, Ancaman Walkout

Baca Juga:Jonathan Christie Hadapi Loh Kean Yew di Semifinal India Open 2026Bikin Kejutan!! Jon Toral Jebolan La Masia, Pemain Arsenal Kini Diboyong ke Persik Kediri

Di menit ke-92, Senegal akhirnya menjebol gawang Maroko. Sundulan keras Ismaila Sarr membuat stadion senyap. Para pemain Senegal berhamburan merayakan. Namun wasit menganulir gol tersebut, menilai terjadi pelanggaran sebelumnya terhadap Achraf Hakimi.

0 Komentar