RADARCIREBON.TV – Sengketa gaji antara Cristiano Ronaldo dan Juventus menjadi salah satu kisah hukum paling rumit dalam sepak bola modern. Konflik ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan berakar sejak masa sulit pandemi Covid-19 yang mengguncang stabilitas keuangan klub-klub Eropa, termasuk raksasa Serie A tersebut.
Masalah bermula pada awal 2020 ketika kompetisi sepak bola dihentikan akibat pandemi. Juventus, seperti banyak klub lain, mengalami tekanan finansial yang signifikan. Manajemen kemudian mengumumkan kesepakatan pemotongan gaji pemain selama beberapa bulan sebagai bentuk solidaritas. Cristiano Ronaldo, yang saat itu menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di klub, disebut ikut menyetujui skema tersebut.
Namun, di balik pengumuman resmi itu, muncul dokumen internal yang kemudian menjadi sorotan. Dalam dokumen tersebut, Juventus disebut berjanji akan membayar kembali sebagian besar gaji yang “dipotong” kepada Ronaldo di kemudian hari. Skema ini kerap disebut sebagai “manuver gaji”, yang bertujuan memperbaiki laporan keuangan klub tanpa benar-benar menghilangkan kewajiban pembayaran.
Baca Juga:Man City Resmi Rekrut Marc Guehi, Jawaban Cepat Pep Guardiola Atasi Krisis Lini BelakangJadwal Daihatsu Indonesia Masters 2026 Hari Ini: Wakil Indonesia Mulai Bertarung Sejak Pagi di Istora
Masalah mulai mencuat setelah Ronaldo meninggalkan Juventus pada 2021. Hubungan profesional yang berakhir ternyata menyisakan persoalan besar. Pihak Ronaldo mengklaim masih ada sisa gaji jutaan euro yang belum dibayarkan sesuai kesepakatan tertulis. Juventus, di sisi lain, menilai kesepakatan tersebut tidak mengikat secara hukum atau telah gugur karena perubahan situasi.
Perselisihan ini akhirnya berujung ke jalur hukum dan berjalan selama bertahun-tahun. Prosesnya semakin kompleks karena bersinggungan dengan investigasi keuangan Juventus oleh otoritas sepak bola dan hukum Italia. Dokumen-dokumen internal klub menjadi bukti krusial yang memperkuat posisi Ronaldo dalam menuntut haknya.
Bagi Ronaldo, sengketa ini bukan semata soal uang, melainkan prinsip profesionalisme dan kepastian kontrak. Sementara bagi Juventus, kasus ini menjadi simbol dari periode kelam yang penuh tekanan finansial dan keputusan kontroversial di masa pandemi.
Kisah sengketa gaji Cristiano Ronaldo vs Juventus menunjukkan bagaimana krisis global dapat memicu konflik berkepanjangan di balik gemerlap sepak bola elite. Dari kesepakatan darurat saat pandemi hingga perdebatan hukum di pengadilan, kasus ini menjadi pelajaran mahal tentang transparansi, tata kelola klub, dan risiko keputusan finansial jangka pendek.
