5 Alasan Soleh Solihun Layak Jadi Juri Indonesian Idol 14, Bukan Musisi tapi Punya Pengetahuan Musik Mendalam

soleh solihun indonesian idol
Alasan Soleh Solihun bisa jadi juri Indonesian Idol. Foto: Instagram/@solehsolihun
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Pengumuman formasi juri Indonesian Idol Musim 14 menghadirkan kejutan besar dengan munculnya nama Soleh Solihun.

Sosok yang selama ini dikenal sebagai komika, aktor, dan sutradara film tersebut langsung memantik diskusi panas di media sosial.

Tak sedikit warganet yang mempertanyakan kapasitas Soleh sebagai juri ajang pencarian bakat menyanyi terbesar di Indonesia.

Baca Juga:Cara Penukaran Uang Baru 2026 Lewat PINTAR BI, Cek Jadwal & Ketentuan untuk THR LebaranArsenal & Bayern Munchen Kunci Tiket Lolos 16 Besar Liga Champions 2025/26, 4 Tim Resmi Tersingkir

Pasalnya, Soleh bukan penyanyi, bukan pula musisi yang dikenal luas di industri rekaman. Namun jika ditelusuri lebih dalam, keraguan tersebut justru terlihat kurang berdasar.

Soleh Solihun bukan figur sembarangan di dunia musik dan hiburan. Kehadirannya di kursi juri Indonesian Idol justru menghadirkan perspektif yang selama ini jarang disorot dalam kompetisi menyanyi.

Berikut 5 alasan Mengapa Sholeh Solihan bisa jadi Juri Indonesian Idol 14:

1. Latar Belakang Akademik dan Media yang Kuat

Soleh Solihun lahir pada 2 Juni 1979 dan menempuh pendidikan di Jurusan Ilmu Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.

Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S-1), yang menjadi fondasi kuat dalam perjalanan kariernya di dunia media dan hiburan.

Sebelum dikenal luas sebagai komika, Soleh memulai karier profesionalnya sebagai jurnalis musik, sebuah profesi yang menuntut ketajaman analisis dan pemahaman mendalam terhadap karya seni.

2. Pernah Jadi Jurnalis Musik Paling Disegani

Nama Soleh Solihun cukup disegani di dunia jurnalistik musik Indonesia. Ia pernah menjadi reporter di Trax Magazine (2004–2005).

Selain itu, ia juga pernah jadi editor di Playboy Indonesia (2006–2008), hingga editor di Rolling Stone Indonesia (2008–2011).

Baca Juga:Proliga 2026 Memanas! Jadwal Lengkap Pekan Ketiga di Bandung, Live MOJI & Vidiokisah di Balik Tuduhan Sihir Tepisan Edouard Mendy di Final AFCON 2025: Hanya Baca Al Quran & Tawakal

Menjadi bagian dari redaksi media tersebut menandakan bahwa Soleh memiliki kapasitas intelektual dan musikal yang mumpuni.

Ia terbiasa mengulas album, musisi, tren musik, hingga dinamika industri dengan sudut pandang kritis.

3. Paham Industri Hiburan

Perjalanan karier Soleh yang melintasi banyak bidang, yaitu jurnalis, komika, presenter, aktor, hingga sutradara film, memberinya perspektif baru dalam bermusik.

Ia memahami bahwa talenta menyanyi saja tidak cukup. Karisma, kejujuran ekspresi, kemampuan tampil di depan kamera, serta daya tarik sebagai figur publik adalah elemen penting dalam industri musik modern.

0 Komentar