Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026, Benarkah Indonesia Anak Emas FIFA? Dua Fakta Ini Malah Membantah Klaim PSSI

PSSI
ig @pssi
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Indonesia kembali mendapatkan mandat dari FIFA untuk menjadi salah satu tuan rumah gelaran FIFA Series 2026. Bersama tujuh negara lainnya, Indonesia dijadwalkan menggelar ajang tersebut pada FIFA Matchday Maret mendatang.

Kepercayaan ini tentu memantik kebanggaan di kalangan pecinta sepak bola nasional. Tak sedikit pihak yang memandang penunjukan Indonesia sebagai bukti kedekatan PSSI dengan FIFA. Bahkan, muncul klaim berulang bahwa Indonesia adalah “anak emas FIFA” karena terus mendapat sorotan dan kesempatan istimewa.

Namun jika dicermati lebih jernih, glorifikasi tersebut tampak berlebihan. Justru dari mekanisme dan fakta yang melekat pada FIFA Series itu sendiri, muncul sejumlah indikasi yang secara tidak langsung mematahkan narasi “anak emas” tersebut. Setidaknya, ada dua alasan utama yang datang langsung dari realitas FIFA Series.

1. Tuan Rumah FIFA Series Bukan Status Eksklusif

Baca Juga:Terakhir Dilumat Islandia, Kini Giliran Bulgaria! Timnas Indonesia Kembali Diuji Tim Eropa di FIFA Series 2026Bukan Lawan Sembarangan! 4 Fakta Bulgaria, Calon Ujian Berat Timnas Indonesia di FIFA Series Maret 2026

Menjadi tuan rumah FIFA Series memang patut diapresiasi, tetapi menyebutnya sebagai status istimewa jelas terlalu jauh. FIFA Series bukan turnamen elite seperti Piala Dunia atau bahkan Piala Asia, melainkan agenda uji coba global yang dirancang agar banyak negara mendapat kesempatan bermain lintas konfederasi.

Fakta ini bisa dilihat dari edisi sebelumnya. Pada FIFA Series 2024, negara-negara dengan level sepak bola biasa saja seperti Azerbaijan dan Sri Lanka juga dipercaya menjadi tuan rumah. Artinya, penunjukan tuan rumah lebih bersifat pemerataan agenda internasional, bukan penghargaan khusus.

Di edisi 2026 pun situasinya tak jauh berbeda. Indonesia menjadi tuan rumah bersama negara-negara seperti Azerbaijan, Kazakhstan, hingga Rwanda. Komposisi ini menunjukkan bahwa FIFA Series bukanlah ajang eksklusif bagi negara “istimewa”, melainkan platform rotasi global.

2. Kualitas Lawan Jauh dari Label Istimewa

Argumen lain yang melemahkan klaim “anak emas FIFA” adalah kualitas lawan yang dihadirkan ke Indonesia. Dalam FIFA Series 2026, Timnas Indonesia tergabung bersama Bulgaria, Saint Kitts and Nevis, serta Kepulauan Solomon.

Bulgaria memang berasal dari Eropa, namun saat ini bukan kekuatan besar. Sementara dua lawan lainnya berasal dari konfederasi yang secara ranking dan reputasi berada di bawah Indonesia. Jika FIFA benar-benar ingin memanjakan Indonesia, tentu lawan yang dihadirkan akan berada di level lebih tinggi.

0 Komentar