Dari dua fakta tersebut, terlihat jelas bahwa kepercayaan FIFA kepada Indonesia lebih bersifat administratif dan struktural, bukan karena status “anak emas”. Maka, alih-alih larut dalam glorifikasi, publik sepak bola nasional seharusnya bersikap lebih rasional dan fokus pada peningkatan kualitas Timnas di lapangan, bukan sekadar label prestise.
Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026, Benarkah Indonesia Anak Emas FIFA? Dua Fakta Ini Malah Membantah Klaim PSSI
