RADARCIREBON.TV – Manajemen PSIM Yogyakarta menyatakan sikap tegas dan profesional menyusul sanksi yang dijatuhkan kepada gelandang andalannya, Ze Valente, oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Klub berjuluk Laskar Mataram itu memastikan menghormati keputusan federasi sekaligus siap bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas stadion yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.
Sanksi kepada Ze Valente diumumkan setelah Komdis PSSI merilis hasil sidang yang digelar pada 25 Desember 2025. Pemain asal Portugal itu dikenai denda terkait peristiwa yang terjadi pada laga PSIM Yogyakarta melawan Persijap Jepara dalam pekan ke-15 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, 23 Desember 2025.
Pada pertandingan tersebut, PSIM harus puas bermain imbang 1-1 dengan tuan rumah. Persijap Jepara lebih dulu membuka keunggulan lewat gol Adzikry Fadillah pada menit ke-51. PSIM baru mampu menyamakan skor di masa injury time melalui aksi Riyatno Abiyoso pada menit ke-90+5.
Baca Juga:Masa Depan Vinicius Junior di Real Madrid Belum Jelas, Isu Ketertarikan Chelsea MenguatMarc Klok Tegaskan Laga Persib Vs Persija Sarat Gengsi, Lebih dari Sekadar Poin di BRI Super League
Hasil dramatis itu rupanya memicu emosi Ze Valente. Merasa frustrasi karena gagal membawa timnya pulang dengan kemenangan, gelandang kreatif tersebut meluapkan kekecewaannya dengan merusak kursi bangku cadangan tim PSIM. Aksi itu kemudian dilaporkan dan berujung pada sanksi dari Komdis PSSI.
Manajemen PSIM pun angkat bicara menanggapi keputusan tersebut. Melalui Media Officer klub, Irza Triamanda, pihaknya menegaskan akan mematuhi seluruh regulasi yang berlaku dan tidak melakukan protes atas hukuman yang dijatuhkan.
“Terkait insiden tersebut, kami menghormati keputusan Komite Disiplin dan regulasi yang berlaku. Sebagai bentuk tanggung jawab profesional, manajemen akan segera menyelesaikan kewajiban penggantian materiil atas kerusakan fasilitas stadion,” ujar Irza.
Lebih lanjut, Irza menambahkan bahwa PSIM juga akan menjalin komunikasi intens dengan panitia pelaksana (Panpel) Persijap Jepara selaku tuan rumah. Langkah ini diambil agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik tanpa menimbulkan polemik berkepanjangan.
“Kami juga akan terus menjalin komunikasi dengan pihak Panpel tim tuan rumah untuk memastikan hal ini diselesaikan dengan baik,” tambahnya.
Sikap kooperatif PSIM ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena mencerminkan komitmen klub dalam menjaga sportivitas dan profesionalisme di kompetisi. Manajemen berharap insiden serupa tidak terulang, baik oleh Ze Valente maupun pemain lain, demi menjaga citra klub dan kompetisi.
