PSSI resmi membuka babak baru dalam perjalanan Timnas Indonesia dengan menunjuk John Herdman sebagai pelatih

PSSI resmi membuka babak baru dalam perjalanan Timnas Indonesia dengan menunjuk John Herdman sebagai pelatih
(Foto. Instagram Resmi @pssi)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Keputusan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mendorong Skuad Garuda menembus level yang lebih tinggi di Asia sekaligus memperkuat daya saing di panggung internasional.

Nama Herdman bukan sosok asing di dunia sepak bola global. Pelatih asal Inggris itu dikenal luas berkat keberhasilannya membangun kembali Timnas Kanada hingga tampil di Piala Dunia. Reputasi tersebut membuat publik Indonesia menaruh harapan besar bahwa ia mampu menghadirkan fondasi jangka panjang yang kuat bagi tim nasional.

Penunjukan Herdman juga memunculkan nuansa nostalgia. Aroma Inggris kembali terasa di kursi pelatih Timnas Indonesia, mengingat sejarah panjang hubungan emosional publik sepak bola nasional dengan pelatih asal Britania. Sosok yang paling membekas tentu adalah Peter Withe, legenda Aston Villa yang menangani Indonesia pada periode 2004–2007.

Baca Juga:Masa Depan Vinicius Junior di Real Madrid Belum Jelas, Isu Ketertarikan Chelsea MenguatMarc Klok Tegaskan Laga Persib Vs Persija Sarat Gengsi, Lebih dari Sekadar Poin di BRI Super League

Di bawah asuhan Withe, Timnas Indonesia dikenal dengan gaya bermain menyerang yang agresif dan berani. Puncaknya terjadi di Piala Tiger 2004 (kini Piala AFF), ketika Garuda melaju hingga partai final dengan produktivitas gol tinggi sebelum akhirnya finis sebagai runner-up. Withe juga menanamkan disiplin dan mentalitas kompetitif yang membuat Indonesia disegani di Asia Tenggara.

Secara statistik, Withe memimpin sekitar 28 laga resmi dengan persentase kemenangan mendekati 43 persen. Catatan itu terasa istimewa jika melihat kondisi infrastruktur dan pembinaan sepak bola nasional yang kala itu belum sebaik sekarang.

Kehadiran John Herdman kini memunculkan ekspektasi akan terjadinya transformasi taktik. Publik mulai berspekulasi, apakah pendekatan fisik dan tempo cepat ala Inggris akan kembali menjadi fondasi, atau justru lahir formula modern yang lebih adaptif dengan karakter pemain lokal.

Tantangan besar menanti Herdman. Ia tidak hanya dituntut menghadirkan prestasi dan trofi yang telah lama dinanti, tetapi juga harus beradaptasi dengan kultur sepak bola Indonesia yang sarat tekanan serta ekspektasi tinggi dari suporter. Dalam perkenalan resminya, Ketua Umum PSSI menegaskan keyakinan terhadap kapasitas sang pelatih. Ia menyebut penunjukan Herdman sebagai simbol masuknya sepak bola Indonesia ke era baru yang ditangani pelatih berlevel Piala Dunia.

0 Komentar