RADARCIREBON.TV- Pemain ganda putra Malaysia, Ong Yew Sin, baru aja kalah di babak pertama Indonesia Masters 2026 (Selasa, 20/1) kemarin, dia malah dapet teror yang nggak masuk akal. Yuk, kita bahas apa yang sebenernya terjadi biar nggak gagal paham:
Kronologi “Teror” di Istora
Ong Yew Sin sama pasangannya, Teo Ee Yi, baru aja main di Istora Senayan. Sayangnya, mereka harus angkat koper lebih awal setelah kalah dari pasangan Taiwan, Lee Jhe-huei/Yang Po-hsuan, dengan skor 18-21 dan 15-21.
Eh, bukannya dapet dukungan buat bangkit, Ong malah dapet DM (Direct Message) horor dari akun Instagram bernama jaychen73. Isinya?
Baca Juga:Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Big Match Arsenal vs MU, Man City Dibayangi TekananIsu Viral Ojol Wajib Motor Listrik 2026, Fakta atau Hoax? Ini Penjelasannya
Suruh Pensiun: Akun itu maksa mereka berhenti main badminton.
Ancaman Fisik: Yang paling parah, si pelaku ngancem mau bawa senjata tajam buat ngelukai tangan Teo Ee Yi. Tujuannya biar mereka nggak bisa main lagi dan terpaksa bubar. Serem banget, kan?
Ternyata Bukan yang Pertama
Kejadian kayak gini bukan cuma sekali dua kali. BAM (Asosiasi Badminton Malaysia) emang lagi pusing karena pemain mereka sering jadi sasaran cyberbullying. Beberapa nama top lainnya juga pernah kena semprot netizen kalau lagi kalah, kayak:
- Aaron Chia & Soh Wooi Yik (Ganda putra andalan)
- Jimmy Wong & Lai Pei Jing
- Goh V Shem
Ada Apa di Balik Ancaman Ini?
Banyak yang curiga kalau kemarahan netizen ini bukan cuma soal “kecewa tim kesayangan kalah,” tapi ada hubungannya sama judi ilegal.
Biasanya, orang yang kalah taruhan bakal nyari pelampiasan. Karena mereka rugi bandar, akhirnya pemain yang dijadiin kambing hitam dan diteror habis-habisan.
Apalagi, BWF juga lagi tegas banget soal ini; contohnya Liew Daren (mantan pemain Malaysia) yang kena skors 12 bulan karena terlibat judi di Olimpiade Tokyo.
Meski begitu, untuk kasus Ong/Teo ini, polisi sama pihak berwenang belum bisa mastiin apakah ini beneran gara-gara judi atau cuma orang iseng yang nggak punya kerjaan.
