Shayne Pattynama dan Dion Markx Ke Persija Jakarta & Persib Bandung, PSSI Angkat Bicara 

Shayne Pattynama
PSSI tanggapi Shayne Pattynama dan Dion Markx gabung ke klub Indonesia. Foto: Instagram Shayne Pattynama / tangkapan layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – PSSI memberikan tanggapan tentang kehadiran dua pemain Diaspora yang memutuskan melanjutkan kariernya dengan bernaung ke klub Super League 2025/2026.

Kedua pemain tersebut adalah Shayne Pattynama dan Dion Markx. Shayne Pattynama resmi merapat ke Persija Jakarta dengan durasi 2,5 musim.

Diketahui, pemain berusia 27 tahun tersebut sebelumnya membela klub Thailand, Buriram United.

Baca Juga:Persija Jakarta Masih Berburu di Bursa Transfer, Dua Pemain Diaspora Dibidik Jadi TargetIvar Jenner Belum Beri Respons, Persija Jakarta Tetap Buka Pintu

Sementara itu, Dion Markx lebih memilih meneruskan kariernya dengan membela ke Persib Bandung dengan durasi 2,5 musim. Pemain berumur 20 tahun tersebut sebelumnya membela klub Belanda, TOP Oss.

Shayne Pattynama dan Dion Markx menyusul beberapa pemain Diaspora yang sudah lebih dulu bergabung ke klub Super League 2025/2026.

Mereka adalah Jordi Amat (Persija), Thom Haye (Persib), Eliano Reijnders (Persib), Rafael Struick (Dewa United), serta Jens Raven (Bali United).

Saat ini total ada tujuh pemain Diaspora langganan timnas Indonesia yang memutuskan berkarier di Super League 2025/2026.

Kehadiran mereka, termasuk Shayne Pattynama dan Dion Markx menuai tanggapan dari Exco PSSI, Arya Sinulingga.

Menurut Arya, PSSI tidak punya kewenangan untuk melarang Shayne Pattynama dan Dion Markx merapat ke Persija Jakarta dan Persib Bandung. Sejatinya, semua keputusan itu menjay hak pribadi pemain. PSSI tidak dapat melakukan intervensi untuk meminta mereka berkarier di luar Indonesia.

“Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, ini adalah pilihan mereka. Kami tidak bisa menahan karena kami tidak menggaji mereka,” jelas Arya.

Baca Juga:Foto Viral Layvin Kurzawa di Tanah Air, Persib Bandung Makin Dekat Datangkan Bek PrancisBursa Transfer Januari Jadi Sorotan, Pelatih Borneo FC Pertanyakan Regulasi Liga

“Kalau kami yang menggaji, mungkin bisa diarahkan. Tapi ini soal pilihan dan hak asasi pemain, kami tidak bisa melarang,” sambungnya.

Lanjut dua, ketertarikan pemain Diaspora ke Indonesia mungkin memandang kualitas kompetisi Super League 2025/2026 yang semakin cemerlang.

Dibuktikan, dengan banyak beberapa pemain top dunia yang ingin mencicipi sepak bola Indonesia, seperti mantan PSG, Layvin Kurzawa.

Kehadiran pemain Diaspora pada klub-klub besar Tanah Air dinilai bisa berdampak positif, baik dari sisi kualitas permainan, profesionalisme, sampai daya saing liga.

Di samping itu, pengalaman mereka bermain di Eropa diharapkan bisa menularkan standar latihan serta mental bertanding yang lebih tinggi kepada pemain lokal.

0 Komentar