RADARCIREBON.TV – Penunjukan Michael Carrick sebagai manajer Manchester United disambut dengan gelombang optimisme dari lingkungan akademi klub, termasuk para pemain muda dan orang tua mereka. Setelah periode penuh ketegangan di bawah kepemimpinan Ruben Amorim, banyak pihak menilai Carrick membawa harapan baru bagi regenerasi Setan Merah.
Di pusat latihan Carrington, suasana disebut jauh lebih positif. Talenta muda merasa jalur menuju tim utama kembali terbuka, sesuatu yang sempat terasa tertutup pada era sebelumnya. Selama Amorim memimpin, relasi antara tim senior dan akademi dinilai tidak harmonis. Sang pelatih kerap mengkritik sikap pemain muda dan bahkan menyinggung adanya “rasa berhak” di dalam klub, pernyataan yang memicu kekecewaan di kalangan keluarga pemain.
Komentar tersebut dianggap melukai perasaan banyak orang tua yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya demi mendukung karier anak-anak mereka. Mereka merasa dedikasi para pemain akademi tidak mendapatkan penghargaan yang pantas, meski peluang menembus level tertinggi di klub sebesar Manchester United sangatlah kecil.
Baca Juga:Kejutan di Emirates! Carrick Minta MU Tak Besar Kepala Usai Tekuk ArsenalBerpotensi Tinggalkan Aston Villa, Emiliano Martinez Masuk Radar Manchester United
Kebijakan Amorim juga berdampak nyata pada beberapa lulusan akademi. Kobbie Mainoo, yang sempat diproyeksikan sebagai pilar masa depan, mendadak tersingkir dari skuad utama tanpa penjelasan terbuka. Keputusan klub melepas Alejandro Garnacho ke Chelsea semakin memperkuat kesan bahwa era Amorim bukan periode yang ramah bagi pemain muda, terlepas dari bakat dan kontribusi yang telah mereka tunjukkan.
Kehadiran Carrick menghadirkan angin segar. Mantan gelandang legendaris MU itu dipandang sebagai sosok yang memahami kultur klub dan pentingnya akademi dalam membangun identitas tim. Ia dikenal sering hadir di sesi latihan usia muda, memantau perkembangan para pemain, terlebih karena putranya sendiri juga menjadi bagian dari sistem pembinaan klub.
Seorang anggota keluarga pemain U-16 MU mengungkapkan kepada The Sun bahwa Carrick memiliki pendekatan yang jauh berbeda dibanding pendahulunya. Ia digambarkan ramah, mudah diajak berbincang, dan selalu meluangkan waktu untuk menyapa siapa pun di lingkungan latihan. Sikap ini membuatnya dihormati bukan hanya karena reputasi besarnya sebagai mantan pemain, tetapi juga karena empatinya sebagai orang tua.
