RADARCIREBON.TV – Era baru Timnas Indonesia bersama John Herdman berpotensi menghadirkan gebrakan besar. Bukan hanya perubahan taktik, tetapi juga tambahan amunisi dari Eropa yang bisa mengubah wajah permainan Garuda. Menjelang FIFA Series 2026 di Jakarta pada Maret mendatang, PSSI dikabarkan tengah mematangkan proses naturalisasi empat pemain keturunan yang berkarier di kompetisi Eropa.
Turnamen FIFA Series 2026 akan menjadi panggung debut Herdman sejak diperkenalkan sebagai pelatih kepala pada Januari 2026. Indonesia akan menghadapi lawan dari tiga konfederasi berbeda: Bulgaria (Eropa), Kepulauan Solomon (Oseania), dan St. Kitts and Nevis (CONCACAF). Untuk mendongkrak daya saing sekaligus memperbaiki ranking FIFA yang masih di posisi 122 dunia, suntikan kualitas dari pemain diaspora menjadi langkah strategis.
Sesuai regulasi FIFA, pemain dengan garis keturunan orang tua atau kakek-nenek berhak mengajukan perpindahan federasi. Empat nama berikut disebut berpeluang besar memperkuat Merah Putih.
Baca Juga:Sinyal Kuat! John Herdman Bakal Dapat Amunisi Baru, Jordy Wehrmann Selangkah Lagi Menuju Timnas Indonesia di FJelang FIFA Series 2026, Situasi Maarten Paes Bikin Herdman Waswas, Posisi Kiper Utama Garuda Terancam?
Pascal Struijk (Leeds United) menjadi nama paling dinanti. Bek berpostur ideal ini memiliki garis keturunan Indonesia dari keluarga pihak ibu. Pengalaman bermain di sepak bola Inggris membuatnya terbiasa menghadapi intensitas tinggi dan duel fisik keras. Jika bergabung, lini belakang Indonesia akan naik level, terutama dalam menghadapi situasi bola mati.
Jenson Seelt (Wolfsburg) juga masuk radar. Bek muda kelahiran Belanda berdarah Maluku ini dikenal sebagai pemain modern dengan kemampuan membaca permainan yang matang. Bermain di lingkungan sepak bola Jerman yang disiplin taktik akan membuat adaptasinya relatif cepat.
Di lini depan, ada Dean Zandbergen (VVV Venlo). Penyerang bertinggi 188 cm ini memiliki akar keluarga di Indonesia dan menawarkan dimensi berbeda dalam serangan. Keunggulan duel udara dan postur fisik kuat bisa melengkapi tipikal penyerang cepat yang sudah dimiliki Indonesia.
Sementara itu, Laurin Ulrich (FC Magdeburg) menawarkan kreativitas di lini tengah. Mantan kapten Timnas Jerman kelompok umur ini dikenal piawai mengatur tempo, visi umpan tajam, dan mobilitas tinggi -karakter yang cocok dengan sistem permainan Herdman yang menuntut transisi cepat.
Kehadiran empat pemain ini bukan sekadar penambahan nama, melainkan potensi transformasi taktis. Indonesia selama ini kerap kesulitan menghadapi tim dengan keunggulan fisik. Dengan kombinasi postur, pengalaman Eropa, serta disiplin taktik, kelemahan tersebut bisa teratasi.
