Melemahnya dolar membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan meningkat.
Ketegangan Geopolitik Dunia
Konflik geopolitik seperti perang, ketegangan antarnegara, hingga ketidakstabilan politik juga menjadi pemicu naiknya harga emas. Dalam situasi krisis, emas hampir selalu menjadi aset pelarian.
Menurut laporan CNBC International, setiap eskalasi konflik global cenderung diikuti lonjakan permintaan emas, baik dalam bentuk fisik maupun instrumen investasi.
Baca Juga:Daftar Tim Lolos Babak Play-off Liga Champions 2025/26, Ada Real Madrid, PSG, dan Inter MilanPersib Waspadai Kebangkitan Persis Solo Jelang Laga Tandang Pekan ke-19 Super League 2025/26
Permintaan dari Bank Sentral dan Investor
Faktor lain yang tak kalah penting adalah meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral berbagai negara.
World Gold Council mencatat bahwa bank sentral dunia terus menambah cadangan emas sebagai upaya diversifikasi aset dan penguatan stabilitas keuangan.
Di sisi lain, minat investor ritel terhadap emas digital, emas batangan, dan ETF berbasis emas juga ikut mendongkrak permintaan.
Jadi, kenaikan harga emas yang terus berlanjut dipengaruhi oleh kombinasi faktor global, mulai dari ketidakpastian ekonomi, kebijakan suku bunga, inflasi, hingga ketegangan geopolitik.
Selama kondisi global masih penuh risiko, emas diperkirakan tetap menjadi aset favorit dan berpotensi mempertahankan tren positifnya.
