Untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan, dapur produksi Makan Bergizi Gratis menerapkan proses kerja berlapis mulai dari penerimaan bahan baku hingga pendistribusian ke penerima manfaat. Seluruh tahapan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur dan diawasi tenaga ahli.
Untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan tetap terjaga sampai ke penerima manfaat, dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) menerapkan alur kerja yang super ketat untuk para pekerjanya. Proses diawali dengan datangnya bahan baku MBG sejak pukul tiga sore.
Kemudian, seluruh bahan baku yang datang dari supplier terlebih dahulu dicek kuantitas dan kualitasnya oleh tim purchasing, quality control, dan ahli gizi sebelum masuk tahap persiapan. Tahap persiapan dilakukan hingga pukul sebelas malam untuk menyiapkan bahan baku siap masak.
Baca Juga:Aksi Mimbar Bebas Selamatkan Pendapatan Asli Desa Gombang – VideoPenonaktifan BPJS PBI Dampak Efesiensi Anggaran Pusat – Video
Proses memasak dilakukan dalam dua sesi, yakni pukul dua hingga empat dini hari untuk pengiriman pagi, serta pukul lima hingga tujuh pagi untuk pengiriman siang. Makanan yang telah matang tidak langsung dipak atau dikemas (packing), melainkan didinginkan terlebih dahulu sesuai standar keamanan pangan.
Selanjutnya dilakukan pemorsian mulai pukul tiga dini hari dengan pendampingan ahli gizi agar takaran dan kandungan gizi sesuai ketentuan. Tahap akhir adalah pengemasan (packing) dan pendistribusian. Sopir distribusi mulai datang pukul enam pagi untuk mengantarkan makanan ke penerima manfaat.
Sistem dua sesi pengiriman diterapkan guna menjaga ketahanan pangan, dengan jam konsumsi maksimal enam jam setelah makanan dimasak. Pengelola memastikan seluruh proses berjalan sesuai SOP dan hingga kini belum ditemukan keluhan terkait kualitas maupun keamanan makanan.