RADARCIREBON.TV – Pada hari Jumat tanggal 30 Januari 2026, harga emas Antam mengalami penurunan setelah beberapa hari berturut-turut mencapai level tertinggi dalam kurun waktu terakhir. Setelah menyentuh angka hampir Rp3,17 juta per gram pada 29 Januari 2026, harga komoditas berharga ini turun sebanyak Rp48.000 dan tercatat di angka Rp3.120.000 per gram. Meskipun terjadi koreksi, tren harga emas Antam selama minggu tersebut tetap menunjukkan arah positif karena posisi akhir lebih tinggi dibandingkan pada awal pekan (periode 23 hingga 30 Januari 2026).
Kenaikan harga emas Antam yang kemudian menyusut tidak terjadi sendiri-sendiri, melainkan sejalan dengan melemahnya harga emas di pasar global. Harga emas dunia turun sekitar 1,3% dari rekor tinggi baru akibat tindakan realisasi keuntungan (profit taking) oleh para investor setelah kenaikan yang cukup signifikan sepanjang bulan Januari. Fenomena ini termasuk dalam dinamika pasar komoditas yang lazim terjadi, di mana setelah harga mencapai titik puncak, investor cenderung mencairkan keuntungan dan menyesuaikan bagian investasi mereka pada aset tersebut.
Selain faktor teknikal dari tindakan mengambil keuntungan, terdapat juga faktor fundamental yang berpengaruh pada pergerakan harga emas. Penguatan nilai mata uang dolar AS atau dugaan perubahan kebijakan suku bunga oleh bank sentral di seluruh dunia sering kali menjadi penyebab tergesernya minat investor. Instrumen yang memberikan hasil berdasarkan suku bunga cenderung lebih menarik jika tingkat suku bunga naik, sementara emas yang tidak menghasilkan pendapatan apapun bisa mengalami penurunan permintaan. Kondisi ini selanjutnya berdampak pada harga emas lokal seperti emas Antam, mengingat pasar dalam negeri tidak terpisahkan dari perkembangan pasar global.
Baca Juga:Waktu yang Tepat untuk Membeli Emas di Tahun 2026Resiko Investasi Emas: Hal yang Harus Dipahami Sebelum Memulai Investasi
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga turut berkontribusi pada penyesuaian harga emas di dalam negeri. Ketika dolar AS menguat, harga emas yang diperdagangkan dalam dolar akan menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan rupiah, sehingga dapat menekan permintaan dan menyebabkan penurunan harga secara relatif. Selain itu, suasana pasar menjelang pengumuman kebijakan moneter global juga membuat investor lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi, sehingga memicu terjadinya penyesuaian harga.
