Investasi Perak di 2026: Menguntungkan atau Risiko?

Emas Perak
Investasi Perak di 2026: Menguntungkan atau Risiko? Foto : Gemini AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Tahun 2026 menjadi sorotan bagi investor logam mulia, terutama perak, yang selama awal tahun ini menunjukkan volatilitas dan peluang keuntungan tinggi. Mengamati pergerakan harga dan dinamika pasar, apakah investasi perak di 2026 benar-benar menguntungkan? Berikut ulasan lengkapnya.

Lonjakan Harga Perak & Tren Pasar

Harga perak global dan domestik banyak mengalami peningkatan signifikan di awal 2026. Di pasar komoditas, perak sempat mencapai rekor tinggi dan menjadi fokus daya tarik investor karena permintaan yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Misalnya, harga perak di Multi Commodity Exchange (MCX) India tembus lebih dari ₹4 lakh per kilogram, menunjukkan rally harga yang tajam akibat permintaan safe haven dari investor global.

Data domestik juga mencerminkan tren positif. Harga perak Antam di Indonesia tercatat naik signifikan dan mencapai level sekitar Rp72.900 per gram pada akhir Januari 2026, menandai rekor harga tertinggi dalam perdagangan logam mulia dalam negeri. Indikator harga ini memberikan peluang, terutama bagi investor yang membeli di fase awal sebelum lonjakan besar terjadi.

Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Investasi?

Baca Juga:Tak Tergoyahkan! 6 Pemain Badminton dengan Rekor Terlama di Puncak Ranking DuniaSassuolo Dihadang Laga Sulit Januari 2026, Jay Idzes Cs Tantang Tiga Tim Elite

Menurut analis pasar, perak memiliki dua peran utama: sebagai aset investasi safe-haven dan sebagai logam industri yang banyak digunakan untuk elektronik, energi terbarukan, dan sektor teknologi. Permintaan dari industri semacam itu turut mendukung proyeksi kenaikan harga jangka menengah hingga panjang.

Namun, meskipun tren umum terlihat bullish, investor perlu waspada terhadap volatilitas harga yang tinggi. Momentum kenaikan besar terkadang diikuti oleh aksi profit taking, di mana beberapa pelaku pasar memilih menjual dan memetik keuntungan cepat. Hal ini pernah terlihat di pasar global ketika perak mengalami koreksi setelah rally panjang.

Risiko & Strategi Investasi

Investasi perak tidak terlepas dari risiko, terutama bagi investor ritel yang kurang berpengalaman. Fluktuasi harga bisa sangat tajam dalam waktu singkat dan dipengaruhi oleh banyak faktor mulai dari kondisi geopolitik, nilai tukar mata uang, permintaan industri, hingga perilaku investor global.

Strategi yang sering disarankan oleh pakar adalah diversifikasi portofolio, bukan hanya mengandalkan perak saja. Perak bisa menjadi bagian dari portofolio bersama emas, saham, atau instrumen lain guna menyeimbangkan risiko dan potensi imbal hasil.

0 Komentar