Upaya konservasi Ciremai yang dilakukan Paguyuban Kelompok Tani Hutan Silihwangi Majakuning mendapat dukungan pihak akademisi untuk pelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat di desa penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.
Upaya konservasi Ciremai yang dilakukan Paguyuban Kelompok Tani Hutan Silihwangi Majakuning mendapat dukungan akademisi.
Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon memperkuat dukungan ini dengan menjalin MoU untuk pelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat desa penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.
Baca Juga:DPRD Cirebon Rencanakan Alokasi Anggaran Jamkesda – VideoUHC Kab. Cirebon Masih Terbelenggu Batas Kepesertaan – Video
MoU ditandatangani Rektor UGJ, Ahmad Faqih, bersama Plt. Ketua Paguyuban KTH Silihwangi Majakuning, Nandar, Kamis, 29 Januari 2026. Kerja sama ini menyatukan kalangan kampus, petani hutan, dan desa penyangga taman nasional, tercatat dalam poin penting di dalam MoU ini.
Meliputi kerjasama di bidang pendidikan dan pelatihan, riset, pengabdian masyarakat, Kuliah Kerja Nyata Tematik, serta pendampingan UMKM dan hasil hutan bukan kayu.
Setelah penandatanganan, pihak kampus akan langsung mengimplementasikan program nyata di desa penyangga dalam waktu dekat. MoU ini mendapat sambutan positif dari perwakilan kepala desa di Kuningan dan Majalengka yang hadir menyaksikan penandatanganan. Di antaranya hadir Kades Cisantana dan Desa Puncak Kuningan, desa yang memiliki kelompok tani hutan aktif.
Kerja sama UGJ dan Paguyuban Silihwangi Majakuning diharapkan menjadi model kolaborasi kampus dan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani hutan.