Real Madrid Kena Karma Mourinho, The Special One Bawa Benfica Hancurkan Madrid

Real Madrid
Benfica Tumbangkan Real Madrid, Mourinho Balas Kritik dengan Sindiran Tajam. (Foto. Instagram @josemourinho)
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Benfica menciptakan salah satu malam paling dramatis di Liga Champions musim 2025/2026 setelah menaklukkan Real Madrid dengan skor 4-2. Duel penentuan fase liga yang berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB itu tak hanya menyajikan hujan gol, tetapi juga momen emosional yang kembali menempatkan Jose Mourinho sebagai pusat perhatian Eropa.

Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi sejak awal. Real Madrid sempat berada di atas angin ketika Kylian Mbappe membuka keunggulan pada menit ke-30. Gol tersebut membuat Los Blancos terlihat nyaman dan berada di jalur aman untuk melaju ke fase berikutnya. Namun, Benfica menunjukkan mental baja dengan merespons secara agresif.

Tuan rumah bangkit lewat dua gol Andreas Schjelderup yang mengubah arah pertandingan. Benfica kemudian memperlebar jarak melalui Vangelis Pavlidis, memaksa Real Madrid keluar dari zona nyaman. Mbappe kembali mencetak gol dan memperkecil skor menjadi 3-2, membuat laga semakin menegangkan hingga menit-menit akhir.

Baca Juga:Gol Indah di Depan Carrick, Shea Lacey Kirim Pesan Tegas: Siap Naik Level Bersama MUAntisipasi Tiket Palsu, Persik Kediri Terapkan Sistem Tiket Gelang saat Jamuan Bali United

Situasi kian rumit bagi Madrid setelah Raul Asencio dan Rodrygo diganjar kartu merah. Bermain dengan sembilan pemain, tim tamu kesulitan menjaga konsentrasi. Benfica memanfaatkan momentum tersebut untuk terus menekan, terutama karena mereka masih membutuhkan satu gol tambahan demi mengamankan posisi di klasemen.

Puncak drama terjadi pada menit ke-98. Dalam situasi tendangan bebas terakhir, kiper Benfica, Anatoliy Trubin, maju ke kotak penalti. Keputusan berani itu berbuah manis. Sundulan Trubin bersarang di gawang Madrid dan memastikan kemenangan 4-2 yang mengguncang Estadio da Luz.

Hasil ini memastikan Benfica melangkah ke babak play-off fase gugur Liga Champions, sebuah pencapaian penting di tengah tekanan besar terhadap Mourinho. Pelatih asal Portugal itu pun tak melewatkan kesempatan untuk menyentil para pengkritiknya.

Mourinho menegaskan bahwa dirinya hanya meminta satu hal, yakni rasa hormat. Ia menyindir kritik berlebihan yang kerap diarahkan kepadanya, seraya menegaskan bahwa timnya selalu menunjukkan mental bertarung, bahkan dalam situasi tersulit.

Ia juga menjelaskan bahwa keputusan mendorong Trubin ke depan bukanlah tindakan spontan. Menurut Mourinho, skenario tersebut sudah pernah dicoba dan diyakini bisa menjadi senjata pamungkas. Keberanian itulah yang akhirnya menghadirkan malam bersejarah bagi Benfica.

0 Komentar