Selain itu, faktor fundamental seperti kebijakan bank sentral, potensi kenaikan permintaan global, hingga prediksi harga oleh institusi besar (misalnya Goldman Sachs atau JP Morgan yang memperkirakan harga emas tetap tinggi di 2026) patut diperhatikan dalam merencanakan timing jual-beli.
Secara keseluruhan, investor yang membeli saat harga relatif rendah dan menjual saat harga mencapai puncak baru berpeluang meraih keuntungan maksimal, asalkan disertai pemantauan terus-menerus terhadap kondisi pasar dan siklus ekonomi global.
