RADARCIREBON.TV – Emas terus menjadi instrumen investasi yang digemari di Indonesia, khususnya sebagai aset pelindung nilai di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik global yang tidak pasti. Tahun 2026 diperkirakan akan menawarkan kesempatan menarik bagi para investor emas, dengan prediksi harga yang terus menunjukkan tren penguatan. Namun, menentukan saat yang tepat untuk melakukan pembelian tetap memerlukan pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga serta penerapan strategi yang sesuai.
Proyeksi Harga Emas Tahun 2026
Pada awal Januari 2026, harga emas global telah menunjukkan kinerja yang mengesankan, bahkan pernah menyentuh rekor tertinggi sebesar US$5.594,82 per troy ons sebelum mengalami koreksi sekitar 4% ke level US$5.109,62 per troy ons. Pada hari Jumat (30/1/2026), harga emas dunia di pasar spot kembali menguat menjadi US$5.409,64 per troy ons, dengan kenaikan sekitar 24% dalam bulan ini dan 7% selama minggu ini.
Berbagai lembaga keuangan dan ahli ekonomi memberikan prediksi positif terkait harga emas tahun 2026. UBS telah menaikkan perkiraannya menjadi US$6.200 per troy ons untuk periode tiga kuartal pertama tahun ini, dengan proyeksi pada akhir tahun mencapai US$5.900 per troy ons. Sementara itu, pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas dunia bisa mencapai US$6.500 per troy ons dan harga emas logam mulia di Indonesia berpotensi melonjak hingga Rp4.200.000 per gram. Penguatan harga ini didorong oleh ketidakpastian situasi geopolitik, pelemahan nilai mata uang dolar AS, kemungkinan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve, serta peningkatan permintaan dari bank sentral di seluruh dunia dan investor institusional.
Waktu yang Direkomendasikan untuk Membeli Emas di 2026
1. Memanfaatkan Momen Koreksi Harga
Baca Juga:Perkembangan Harga Emas 28 Januari 2026: Global Mendekati Rekor, Vietnam Naik, Indonesia BervariasiBerapa Gaji Bekerja di SPPG Tahun 2026? Berikut Rincian Lengkapnya
Emas, seperti instrumen investasi lainnya, akan mengalami fase koreksi setelah mencapai level rekor tertinggi. Pada tanggal 29 Januari 2026, harga emas sempat turun 4% setelah menyentuh level baru, hal ini menunjukkan bahwa tindakan mengambil keuntungan dari investor dapat menyebabkan penurunan harga sementara. Koreksi dalam rentang 3-5% dari level puncak dapat menjadi sinyal yang baik bagi investor jangka panjang untuk membeli, karena memberikan kesempatan untuk memperoleh emas dengan harga lebih rendah sebelum tren kenaikan kembali berlangsung.
