AI Sebut Harga Emas Diprediksi Meroket di 2026, Ini Alasannya!

Emas batangan
Tips membeli emas batangan untuk pemula. Foto: pinterest.
0 Komentar

Bank sentral, khususnya, menjadikan emas sebagai aset cadangan yang relatif terlindungi dari risiko mata uang dan sanksi geopolitik sebuah perubahan struktural yang memberi fondasi kuat bagi harga emas jangka panjang.

Peran emas dalam portofolio global juga mengalami redefinisi. Mike Wilson, Kepala Investasi Morgan Stanley, menyebut emas kini “pada dasarnya lebih merupakan instrumen investasi anti-mata uang fiat daripada yang lainnya.”

Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap lonjakan utang global dan menurunnya kepercayaan terhadap mata uang utama. Data dari Goldman Sachs menunjukkan investor Amerika Serikat masih memiliki porsi emas yang sangat kecil sekitar 0,17 persen dari total portofolio keuangan swasta meskipun harga emas telah melonjak tajam.

Baca Juga:Kompak!! Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 1 Februari 2026: Galeri24 dan UBS Turun Drastis!Prediksi Harga Emas Antam 2 Februari 2026: Berpotensi Naik Setelah Penurunan Signifikan

Kondisi ini mengindikasikan masih terbukanya ruang besar bagi penyesuaian portofolio global, yang berpotensi menjadi katalis lanjutan bagi reli emas.

Meski proyeksi AI menawarkan gambaran ekstrem, konsensus di kalangan manajer aset menunjukkan optimisme yang lebih terukur. Namun satu hal menjadi jelas: fondasi kenaikan emas saat ini jauh lebih solid dibanding siklus-siklus sebelumnya.

Bagi investor yang memandang emas sebagai penyimpan nilai jangka panjang, bukan sekadar instrumen perdagangan jangka pendek, tren ini memperkuat posisi emas sebagai aset strategis di tengah lanskap keuangan global yang terus berubah.

Jika tren fundamental ini bertahan, 2026 berpotensi dikenang sebagai titik awal supercycle baru emas, ketika logam mulia kembali mengambil peran sentral dalam arsitektur investasi dunia.

0 Komentar