Haul ke-16 Gus Dur di Cirebon: Merawat Simpul Pluralitas dari Rakyat untuk Rakyat, dan oleh Rakyat

haul ke 16 gus dur cireban
Haul ke- 16 Gus Dur di Cirebon mengangkat tema dari Rakyat oleh Rakyat dan untuk Rakyat. Foto: Gusdurian Cirebon.
0 Komentar

Selain itu, hadir pula Darma Suryapranata, sahabat Gus Dur, yang menegaskan kembali pesan bahwa Indonesia bukan milik satu golongan, satu ras, atau satu partai.

“Indonesia adalah milik rakyat. Dibangun oleh rakyat yang beragam, bukan oleh satu identitas tunggal,” tegasnya. (31/01)

Kiai Marzuki Wahid, yang menjadi pengisi Orasi Kebudayaan, menyoroti kondisi demokrasi Indonesia yang menurutnya kian tergerus.

Baca Juga:Risiko Investasi Emas yang Perlu Diketahui, Investor Pemula Wajib Tahu Sebelum Taruh DanaKenapa Harga Emas Naik Terus? Ini Faktor Global yang Mendorong Kenaikan Harga Emas di Suatu Negara

Ia menyebut praktik diskriminasi oleh negara bukanlah hal baru dan telah berlangsung sejak era Orde Baru, terutama terhadap kelompok minoritas.

“Demokrasi kita semakin menjauh dari rakyat. Padahal, kebijakan penguasa kepada rakyat seharusnya berdasar pada kemaslahatan bersama,” tegas Kiai Marzuki di hadapan para hadirin. (31/01)

Ia pun menyampaikan Kaidah Fikih yang kerap dikutip oleh Gus Dur:

“Tasharruful imam ala ra’iyyah manuthun bil maslahah” (Kebijakan seorang pemimpin/pemerintah atas rakyatnya harus dikaitkan dengan kemaslahatan)

Melalui Haul Gus Dur ini, masyarakat diajak untuk kembali merawat semangat pluralitas dan demokrasi partisipatif.

Nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur diharapkan terus hidup sebagai pengingat bahwa Indonesia berdiri di atas keberagaman, kemanusiaan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

0 Komentar