Inilah Waktu Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Syaban yang Bertepatan dengan Nisfu Syaban

Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan setiap bulan Hijriah pada tanggal 13, 14, dan 15. Foto: Radar Bonang/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Bulan Syaban selalu memiliki posisi istimewa dalam kalender Hijriah.

Bulan yang terletak tepat sebelum Ramadan ini kerap disebut sebagai masa persiapan spiritual, baik secara fisik maupun batin. Salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Islam pada bulan ini adalah puasa Ayyamul Bidh, terlebih ketika waktunya berdekatan atau bahkan bertepatan dengan Nisfu Syaban. Namun, pertanyaan yang sering muncul di tengah masyarakat adalah: sebenarnya puasa Ayyamul Bidh Nisfu Syaban jatuh pada tanggal berapa?

Mengenal Nisfu Syaban dan Keutamaannya

Nisfu Syaban secara bahasa berarti pertengahan bulan Syaban. Secara penanggalan Hijriah, Nisfu Syaban selalu jatuh pada tanggal 15 Syaban. Malam Nisfu Syaban diyakini oleh banyak ulama sebagai malam penuh rahmat, ampunan, dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga:Samsung Galaxy S26 Series Mulai Disorot: Sinyal Evolusi Flagship Baru dan Arah Inovasi Samsung di Era AIiPhone 18 Pro Max Mulai Jadi Perbincangan: Arah Baru iPhone Masa Depan, Dari Desain hingga Teknologi AI

Dalam berbagai riwayat, malam Nisfu Syaban disebut sebagai waktu di mana Allah memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya, kecuali mereka yang masih menyimpan permusuhan dan kesyirikan. Oleh karena itu, banyak umat Islam mengisinya dengan ibadah seperti doa, istighfar, membaca Al-Qur’an, serta puasa keesokan harinya.

Puasa pada tanggal 15 Syaban sering disebut sebagai puasa Nisfu Syaban, dan meskipun tidak diwajibkan, amalan ini termasuk ibadah sunnah yang dianjurkan sebagai bentuk kesungguhan dalam menyambut Ramadan.

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan setiap bulan Hijriah pada tanggal 13, 14, dan 15. Istilah Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”, merujuk pada kondisi bulan purnama yang bersinar terang pada malam-malam tersebut.

Rasulullah SAW secara konsisten menganjurkan puasa ini. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa berpuasa tiga hari setiap bulan setara dengan berpuasa sepanjang tahun. Oleh karena itu, puasa Ayyamul Bidh menjadi amalan rutin yang memiliki keutamaan besar namun tetap ringan untuk dijalankan.

Puasa Ayyamul Bidh dan Nisfu Syaban: Apakah Bertepatan?

Pada bulan Syaban, tanggal 15 Syaban memiliki dua makna sekaligus. Di satu sisi, ia adalah hari Nisfu Syaban, dan di sisi lain, ia juga merupakan hari terakhir puasa Ayyamul Bidh. Dengan demikian, umat Islam yang berpuasa pada tanggal 13, 14, dan 15 Syaban secara otomatis telah menjalankan puasa Ayyamul Bidh sekaligus puasa Nisfu Syaban.

0 Komentar