Dalam Islam, niat merupakan rukun utama ibadah puasa. Niat tidak harus dilafalkan dengan suara, melainkan cukup dihadirkan di dalam hati sebelum waktu subuh. Namun, melafalkan niat sering dilakukan untuk membantu menghadirkan kesadaran dalam beribadah.
Niat puasa Ayyamul Bidh secara umum adalah berniat menjalankan puasa sunnah pada hari-hari tersebut karena Allah SWT. Sementara itu, puasa Nisfu Syaban juga diniatkan sebagai puasa sunnah di bulan Syaban. Ketika keduanya bertepatan, para ulama membolehkan seseorang untuk menggabungkan niat, yaitu berniat puasa sunnah Ayyamul Bidh sekaligus puasa Nisfu Syaban.
Penggabungan niat ini mencerminkan fleksibilitas dalam ibadah sunnah, selama tujuan utamanya adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.
•Keutamaan Puasa di Bulan Syaban
Baca Juga:Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: Duel Sengit & Laga Penentu Seri Pontianak Menanti Pecinta Bola Voli Indonesia Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Level Rp2,6 Juta/Gram. Investor dan Masyarakat Ramai Respons!
Bulan Syaban memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Islam. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa bulan Syaban sering dilalaikan oleh manusia karena berada di antara Rajab dan Ramadan. Padahal, bulan ini merupakan waktu diangkatnya amal-amal manusia kepada Allah SWT.
Dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban, termasuk Ayyamul Bidh dan Nisfu Syaban, umat Islam diajak untuk meningkatkan kualitas spiritual, memperbaiki hubungan dengan Allah, serta mempersiapkan fisik dan mental menjelang ibadah puasa Ramadan.
Puasa sunnah juga melatih pengendalian diri, kesabaran, dan keikhlasan. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi penting dalam menjalani ibadah wajib di bulan Ramadan.
•Praktik di Tengah Masyarakat
Di Indonesia, puasa Ayyamul Bidh dan Nisfu Syaban masih banyak diamalkan oleh masyarakat Muslim, baik secara individu maupun kolektif. Di sejumlah daerah, momentum Nisfu Syaban juga diisi dengan kegiatan keagamaan seperti pengajian, doa bersama, dan tahlilan.
Tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan spiritualitas dalam kehidupan umat Islam. Meski demikian, para ulama dan tokoh agama terus mengingatkan agar umat Islam tetap berpegang pada tuntunan syariat dan tidak berlebihan dalam mengaitkan amalan dengan keyakinan yang tidak memiliki dasar yang kuat.
Kesimpulan
Puasa Ayyamul Bidh dan Nisfu Syaban merupakan amalan sunnah yang sarat makna dan keutamaan. Dengan memahami niat, waktu pelaksanaan, serta nilai spiritual di baliknya, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran.
