Pelatih Persis Bongkar Rahasia Dominasi Persib: Tiga Aspek yang Bikin Maung Bandung Tak Terbendung!

Sepakbola Indonesia
Kemenangan tipis Persib membuat mereka semakin nyaman di puncak klasemen Super League, memperlebar jarak poin dari para pesaing dan mempertegas ambisi mereka untuk meraih gelar juara musim ini. Foto: Persib/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Dalam dunia sepak bola nasional, pertandingan antara Persis Solo dan Persib Bandung selalu menghadirkan cerita tak hanya di lapangan, tetapi juga di luar jalannya permainan.

Pada duel pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Manahan, Sabtu sore (31/1/2026), Persis kembali menuai kekalahan tipis 0-1 dari Persib. Hasil ini membawa dampak signifikan bagi kedua klub: Persib semakin kokoh di puncak klasemen, sementara Persis masih berjuang keluar dari dasar klasemen.

Namun yang paling menarik adalah pengakuan jujur pelatih Persis, Milomir Seslija (dikenal dengan panggilan Milo), tentang apa yang membuat Persib begitu dominan dan sulit ditaklukkan. Menurut Milo, Persib Bandung bukan sekadar tim papan atas karena sekadar punggawa bintang atau dominasi statistik, tetapi karena mereka unggul dalam tiga aspek fundamental sepak bola yang membuat mereka sulit disaingi oleh klub-klub lain di kompetisi ini.

Baca Juga:Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: Duel Sengit & Laga Penentu Seri Pontianak Menanti Pecinta Bola Voli Indonesia Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Level Rp2,6 Juta/Gram. Investor dan Masyarakat Ramai Respons! 

Tiga Aspek yang Bikin Maung Bandung Tak Terbendung!

1. Fisik dan Intensitas Permainan yang Konsisten

Salah satu faktor utama yang diakui Milo adalah kekuatan fisik Persib Bandung. Menurut pelatih asal Bosnia ini, Persib mampu mempertahankan tempo dan intensitas permainan sejak menit pertama hingga akhir laga. Ini terlihat jelas ketika kompetisi memasuki fase krusial di tengah musim, di mana banyak tim mulai kelelahan atau menurun performanya, tetapi tidak dengan Persib. Kecepatan, daya tahan, dan tekanan terus-menerus yang diberikan oleh pemain Persib membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan sesuai rencana awal.

Milo secara terbuka mengatakan bahwa timnya kewalahan menandingi fisik Persib, terutama dalam fase transisi dan duel satu lawan satu. Permainan lapangan tengah Persib yang cepat mampu memaksa pertahanan Persis bergerak lebih cepat dari biasanya, serta menguras energi tim tuan rumah yang pada akhir babak pertama terlihat mulai kehilangan ritme.

Hal ini tidak hanya berkaitan dengan kekuatan fisik semata, tetapi juga dengan manajemen stamina yang baik dari tim pelatih Persib. Ketika banyak tim lain sering turun performa pada 20-30 menit terakhir setiap babak, Persib justru mempertahankan ritme tekanan mereka, sebuah indikator yang menurut Milo menunjukkan bahwa Persib lebih siap secara fisik dibandingkan rival lainnya.

0 Komentar