RADARCIREBON.TV- Pasar mobil listrik di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Namun, harga mobil listrik baru yang relatif tinggi membuat sebagian konsumen mulai melirik mobil listrik bekas atau second sebagai alternatif yang lebih terjangkau. Meski begitu, membeli mobil listrik bekas tidak bisa disamakan dengan membeli mobil konvensional berbahan bakar bensin atau solar. Ada sejumlah faktor khusus yang perlu diperhatikan agar konsumen tidak salah pilih.
Mobil listrik memiliki karakteristik utama pada sistem baterai, motor listrik, dan perangkat lunak pendukung. Ketiga aspek ini menentukan performa, daya tahan, serta biaya kepemilikan jangka panjang. Oleh karena itu, rekomendasi mobil listrik second tidak hanya soal merek dan model, tetapi juga kondisi teknis dan rekam jejak perawatannya.
Baca Juga:Bukan Sekadar Tambah Hero: Update Terbaru MLBB 2026 Siap Ubah Cara Bermain dan Meta PertandinganLegenda Baru Macan Putih: Bagaimana Adrian Luna Mengubah Wajah Persik Kediri di Liga Indonesia
Mengapa Mobil Listrik Bekas Mulai Dilirik?
Salah satu alasan utama meningkatnya minat terhadap mobil listrik bekas adalah faktor harga. Penurunan nilai mobil listrik cenderung lebih cepat dibanding mobil konvensional, terutama pada tahun-tahun awal pemakaian. Hal ini membuat konsumen bisa mendapatkan kendaraan listrik dengan teknologi relatif modern namun dengan harga yang jauh lebih rendah.
Selain itu, biaya operasional mobil listrik umumnya lebih murah. Tidak ada kebutuhan bahan bakar fosil, perawatan mesin lebih sederhana, dan beberapa komponen seperti oli mesin tidak lagi diperlukan. Bagi konsumen yang mobilitasnya dominan di dalam kota, mobil listrik bekas dapat menjadi pilihan yang rasional dan ekonomis.
Hal Paling Krusial: Kondisi Baterai
Dalam membeli mobil listrik second, kondisi baterai menjadi faktor terpenting. Baterai merupakan komponen paling mahal pada mobil listrik dan memiliki usia pakai tertentu. Penurunan kapasitas baterai secara alami terjadi seiring waktu dan penggunaan.
Calon pembeli disarankan untuk memeriksa State of Health (SoH) baterai melalui alat diagnostik resmi atau bengkel yang memahami kendaraan listrik. Idealnya, kapasitas baterai masih berada pada level aman untuk penggunaan harian. Riwayat pengisian daya, termasuk seberapa sering baterai diisi penuh atau dibiarkan kosong terlalu lama, juga memengaruhi kondisi baterai.
