2. Aksi Profit Taking
Pelemahan harga emas Antam juga dipengaruhi oleh aksi ambil untung dari investor yang merealisasikan keuntungan setelah harga sempat naik cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Tren ini sering terjadi di pasar komoditas ketika lonjakan harga terjadi dalam waktu singkat.
3. Kekuatan Dolar AS
Emas dihargai dalam dolar AS di pasar internasional. Ketika dolar menguat, daya tarik emas cenderung merosot karena biaya pembelian denominasi lokal menjadi lebih tinggi, terutama di negara-negara seperti Indonesia yang sangat dipengaruhi oleh nilai tukar. Pergerakan ini turut menjadi salah satu faktor pendorong tekanan pada harga emas Antam.
4. Sentimen Ekonomi Positif di Dalam Negeri
Beberapa pengamat menilai bahwa pelemahan harga emas bisa menjadi sinyal positif terkait persepsi perekonomian domestik Indonesia. Menurut seorang analis ekonomi, penurunan emas bisa mencerminkan keyakinan pasar terhadap stabilitas ekonomi 2026, meskipun tetap waspada terhadap volatilitas harga komoditas global.
•Analisis Pergerakan Harga dalam Beberapa Hari Terakhir
Baca Juga:Bukan Sekadar Tambah Hero: Update Terbaru MLBB 2026 Siap Ubah Cara Bermain dan Meta PertandinganLegenda Baru Macan Putih: Bagaimana Adrian Luna Mengubah Wajah Persik Kediri di Liga Indonesia
Pergerakan harga emas Antam dalam beberapa hari belakangan memperlihatkan dinamika yang cukup tinggi. Sejumlah media mencatat bahwa:
Pada 2 Februari 2026, harga emas Antam mencatat kenaikan signifikan dan sempat kembali ke lebih dari Rp3 juta per gram, setelah sebelumnya masuk fase koreksi.
Namun hanya dalam satu hari perdagangan berikutnya, harga tersebut mengalami penurunan tajam, kembali turun sekitar Rp183.000 per gram pada 3 Februari 2026.
Kondisi ini menunjukkan bahwa volatilitas pada harga emas masih tinggi dan masih dipengaruhi oleh sentimen pasar terkini.
•Reaksi Pasar dan Investor
Penurunan harga logam mulia ini memicu reaksi beragam di kalangan investor:
1. Investor Jangka Pendek
Investor yang membeli emas dalam beberapa pekan terakhir kemungkinan akan menghadapi keputusan strategis: apakah tetap memegang emas menunggu rebound harga atau menjual sebagian untuk merealisasikan keuntungan.
2. Investor Jangka Panjang
Bagi investor jangka panjang, fluktuasi jangka pendek seperti ini sering dipandang sebagai peluang untuk menambah kepemilikan emas dengan harga lebih rendah. Emas tetap dianggap sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang terhadap inflasi dan risiko ekonomi makro.
