RADARCIREBON.TV- Di tengah kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, mulai dari inflasi yang fluktuatif, gejolak geopolitik, hingga perubahan kebijakan suku bunga bank sentral dunia, masyarakat Indonesia semakin selektif dalam memilih instrumen investasi.
Salah satu yang mencuri perhatian dalam beberapa tahun terakhir adalah investasi emas digital, sebuah bentuk modern dari aset lindung nilai klasik yang kini hadir dalam format lebih praktis dan mudah diakses.
Emas sejak lama dikenal sebagai instrumen investasi yang relatif stabil dan tahan terhadap guncangan ekonomi. Namun, perkembangan teknologi finansial (fintech) telah mengubah cara masyarakat berinvestasi emas. Jika dahulu investasi emas identik dengan membeli perhiasan atau logam mulia fisik yang harus disimpan secara mandiri, kini emas bisa dimiliki secara digital melalui berbagai platform resmi yang diawasi regulator.
Baca Juga:Ini Deretan Mobil Listrik Paling Direkomendasikan di Indonesia: Irit, Canggih, dan Makin Masuk AkaliPhone 18 Pro Max Diprediksi Jadi Lompatan Besar Apple, Ini Gambaran Teknologi dan Arah Inovasinya
Transformasi Emas dari Fisik ke Digital
Investasi emas digital memungkinkan masyarakat membeli emas dalam nominal kecil, bahkan mulai dari 0,01 gram. Kepemilikan emas tersebut tercatat secara elektronik, sementara emas fisiknya disimpan di lembaga kustodian yang bekerja sama dengan penyedia layanan. Model ini dinilai lebih efisien, aman, dan fleksibel dibandingkan metode konvensional.
Transformasi ini menjawab beberapa kendala utama dalam investasi emas fisik, seperti risiko kehilangan, biaya penyimpanan, serta keterbatasan modal awal. Dengan emas digital, investor tidak perlu lagi memikirkan brankas atau tempat penyimpanan khusus. Semua transaksi tercatat secara transparan dan dapat dipantau melalui aplikasi.
Daya Tarik di Kalangan Investor Pemula dan Milenial
Salah satu faktor utama meningkatnya minat terhadap emas digital adalah kemudahan akses. Platform investasi berbasis aplikasi memungkinkan siapa pun untuk mulai berinvestasi hanya dengan ponsel dan koneksi internet. Hal ini membuat emas digital sangat diminati oleh generasi milenial dan Gen Z yang terbiasa dengan layanan digital.
Selain itu, karakter emas yang cenderung stabil membuatnya cocok bagi investor pemula yang masih menghindari risiko tinggi. Berbeda dengan saham atau aset kripto yang pergerakannya sangat fluktuatif, harga emas cenderung bergerak lebih konservatif dan memiliki rekam jejak panjang sebagai pelindung nilai (safe haven).
