•Strategi Aman Calon Peserta SNBP
SNBP merupakan jalur seleksi yang sangat strategis. Banyak siswa berprestasi memilih jurusan dengan tingkat persaingan ekstrem sebagai bentuk “taruhan besar”. Di sisi lain, siswa dengan nilai baik tetapi tidak unggulan nasional justru cenderung menghindari jurusan yang dianggap “abu-abu”, dan lebih memilih jurusan populer di kampus lain.
Strategi ini tanpa disadari membuat jurusan S1 tertentu di UI kehilangan peminat, karena tidak masuk radar pilihan utama maupun pilihan aman calon peserta.
•Perubahan Minat Generasi Muda
Generasi Z yang kini mendominasi peserta SNBP memiliki kecenderungan minat berbeda dibanding generasi sebelumnya. Mereka lebih tertarik pada bidang yang dianggap relevan dengan perkembangan teknologi, industri kreatif, dan ekonomi digital.
Baca Juga:Bukan Sekadar Tren: Investasi Emas Digital Jadi Pilihan Aman di Tengah Ketidakpastian EkonomiTak Sekadar Pelengkap Emas: Harga Perak Antam Hari Ini Jadi Sorotan Investor di Tengah Gejolak Pasar
Jurusan-jurusan dengan pendekatan akademik murni, teoritis, atau berorientasi riset jangka panjang sering kali kalah bersaing dengan bidang yang dianggap “kekinian”, meskipun perannya sangat penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan publik.
•Bukan Jurusan Gagal, Tapi Kurang Dipahami
Pihak Universitas Indonesia menegaskan bahwa tidak ada istilah “jurusan gagal” di lingkungan kampus. Sepinya peminat bukan indikator kualitas, melainkan cerminan preferensi dan tren pilihan calon mahasiswa.
Bahkan, beberapa jurusan yang minim peminat justru memiliki keunggulan dalam rasio dosen-mahasiswa, kesempatan riset lebih luas, serta peluang beasiswa dan pertukaran pelajar yang lebih besar.
•Peluang Besar bagi Calon Mahasiswa Cerdas
Di balik minimnya peminat, jurusan S1 UI yang kurang populer menyimpan peluang strategis. Persaingan yang lebih longgar memungkinkan calon mahasiswa dengan nilai kompetitif untuk lolos SNBP di kampus top nasional.
Selain itu, lulusan jurusan-jurusan ini kerap memiliki keunikan kompetensi yang membuat mereka menonjol di dunia kerja, terutama di sektor riset, kebijakan publik, pendidikan, dan lembaga internasional.
•Perlu Edukasi Publik yang Lebih Seimbang
Fenomena ini menjadi pengingat pentingnya edukasi publik yang lebih seimbang mengenai dunia pendidikan tinggi. Pemilihan jurusan seharusnya tidak semata didasarkan pada tren atau gengsi, tetapi pada minat, bakat, dan pemahaman jangka panjang terhadap kebutuhan masyarakat.
