Pedas di Dapur, Panas di Pasar: Harga Bawang Merah Jadi Penentu Stabilitas Pangan Nasional

Bawang Merah
Harga bawang merah sangat dipengaruhi oleh kondisi produksi di tingkat petani. Foto: Halodoc/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Harga bawang merah kembali menjadi perhatian masyarakat luas.

Komoditas yang satu ini bukan sekadar pelengkap masakan, melainkan salah satu indikator penting stabilitas pangan nasional. Setiap kali terjadi kenaikan atau penurunan harga bawang merah, dampaknya langsung terasa, mulai dari dapur rumah tangga hingga pelaku usaha kuliner skala kecil dan menengah.

Sebagai bumbu dasar yang hampir selalu digunakan dalam masakan Indonesia, bawang merah memiliki posisi strategis dalam rantai konsumsi harian. Oleh karena itu, dinamika harga bawang merah kerap memicu respons cepat dari masyarakat dan pemerintah. Perubahan harga yang signifikan sering kali memunculkan kekhawatiran akan inflasi pangan dan daya beli konsumen.

Faktor Produksi Jadi Penentu Utama Harga

Harga bawang merah sangat dipengaruhi oleh kondisi produksi di tingkat petani. Faktor cuaca menjadi salah satu penentu utama. Curah hujan yang terlalu tinggi dapat mengganggu proses tanam dan panen, sementara musim kemarau ekstrem berisiko menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Baca Juga:Ini Deretan Mobil Listrik Paling Direkomendasikan di Indonesia: Irit, Canggih, dan Makin Masuk AkaliPhone 18 Pro Max Diprediksi Jadi Lompatan Besar Apple, Ini Gambaran Teknologi dan Arah Inovasinya

Selain cuaca, biaya produksi juga berperan besar. Harga pupuk, pestisida, serta biaya tenaga kerja turut menentukan harga pokok produksi bawang merah. Ketika biaya produksi meningkat, harga jual di tingkat petani cenderung ikut terkerek, yang pada akhirnya berdampak pada harga di pasar konsumen.

Distribusi dan Rantai Pasok yang Sensitif

Selain produksi, distribusi menjadi faktor krusial dalam pembentukan harga bawang merah. Komoditas ini bersifat mudah rusak dan memerlukan penanganan khusus. Gangguan distribusi, baik akibat cuaca, kondisi infrastruktur, maupun biaya transportasi, dapat menyebabkan pasokan tersendat dan harga melonjak.

Rantai pasok bawang merah yang panjang juga kerap menjadi sorotan. Dari petani ke pedagang pengumpul, lalu ke pedagang besar, hingga akhirnya ke pasar ritel, setiap mata rantai berkontribusi pada pembentukan harga akhir. Ketidakseimbangan di salah satu titik dapat memicu fluktuasi harga yang cukup tajam.

•Permintaan Stabil, Sensitivitas Tinggi

Berbeda dengan komoditas lain yang permintaannya bisa naik turun secara signifikan, permintaan bawang merah relatif stabil sepanjang tahun. Namun justru karena stabilitas inilah, pasokan menjadi sangat menentukan. Sedikit gangguan pasokan saja dapat langsung memengaruhi harga.

0 Komentar